Pascakebakaran, Operasional PT Porto Dihentikan Sepekan, Polisi Tunggu Hasil Olah TKP Labfor - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Pascakebakaran, Operasional PT Porto Dihentikan Sepekan, Polisi Tunggu Hasil Olah TKP Labfor

Tuesday, 21 July 2026
Suasana kebakaran PT Porto, operasional dihentikan Sepekan Pascakebakaran, Polisi Tunggu Hasil Olah TKP Labfor, Minggu (19/7/26).


KARANGANYAR, WARTAGLOBAL.id --
Aktivitas operasional gudang dan pabrik sandal milik PT Porto yang berada di Jalan Solo–Sragen, Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, dihentikan sementara selama sepekan menyusul kebakaran hebat yang melanda kawasan pabrik pada Minggu (19/7/2026).

Pantauan di lokasi pada Senin (20/7/2026) menunjukkan gerbang utama pabrik yang berwarna biru tertutup rapat dan dijaga ketat oleh petugas keamanan. Meski demikian, akses keluar masuk tetap dibuka secara terbatas untuk mendukung proses penanganan pascakebakaran, termasuk bagi truk pengangkut alat berat ekskavator yang digunakan dalam kegiatan evakuasi material dan pembersihan area terdampak.

Kapolsek Kebakkramat, Iptu Marindra Prasetya, mengatakan penghentian operasional tersebut merupakan keputusan internal manajemen perusahaan agar fokus melakukan penanganan pascakebakaran.

"Keputusan penghentian operasional selama kurang lebih satu minggu ini diambil oleh pihak pemilik perusahaan agar manajemen dapat berkonsentrasi melakukan proses pembersihan di area yang terdampak kebakaran. Seluruh aktivitas pekerja juga diliburkan sementara demi mendukung proses penyelidikan yang masih berlangsung," ujar Iptu Marindra Prasetya, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam proses penyelidikan. Kepolisian masih menunggu kedatangan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah bersama Satreskrim Polres Karanganyar untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara mendalam.

"Pemeriksaan dari Tim Labfor sangat penting untuk memastikan penyebab kebakaran berdasarkan hasil investigasi ilmiah. Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan resmi keluar," tambahnya.

Tim gabungan dijadwalkan melaksanakan olah TKP pada Rabu (22/7/2026) guna mengumpulkan bukti-bukti yang dapat mengungkap penyebab insiden tersebut.

Sementara itu, Camat Kebakkramat Joko Sutiyono memastikan kobaran api yang sempat melahap sebagian area pabrik telah berhasil dipadamkan pada Minggu malam setelah petugas pemadam kebakaran berjibaku selama beberapa jam di lokasi kejadian.

"Alhamdulillah api berhasil dipadamkan pada Minggu malam sehingga tidak sampai meluas ke kawasan sekitar. Saat ini fokus kami adalah mendukung proses pembersihan dan penyelidikan agar aktivitas masyarakat di sekitar lokasi tetap berjalan dengan aman," kata Joko Sutiyono.

Terkait besarnya kerugian akibat kebakaran tersebut, Joko mengaku belum dapat memberikan angka pasti karena proses pendataan dan asesmen masih dilakukan oleh pihak perusahaan bersama instansi terkait.

"Nilai kerugian masih dalam tahap penghitungan, sehingga kami belum bisa menyampaikan nominalnya. Begitu juga terkait status asuransi perusahaan, kami masih menunggu informasi resmi dari pihak manajemen," jelasnya.

Hingga Selasa (21/7/2026), aparat kepolisian masih memasang garis polisi di sejumlah titik yang terdampak kebakaran guna menjaga keutuhan lokasi sebelum dilakukan pemeriksaan forensik. Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Polisi berharap hasil olah TKP dari Tim Labfor dapat segera mengungkap penyebab kebakaran sehingga menjadi dasar penanganan lebih lanjut sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. (Joko S)

KALI DIBACA