
Petugas Polres Sragen dan Inafis melakukan Evakuasi terhadap korban petugas Sobak yang ditemukan Meninggal Mengapung di Saluran Irigasi Sambungmacan, Rabu (29/7/26).
SRAGEN, WARTAGLOBAL.id --
Seorang petugas pengatur air irigasi atau sobak ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi area persawahan Dukuh Jatisuma, Desa Sambungmacan, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Kamis (30/7/2026) siang. Korban ditemukan dalam kondisi mengapung di aliran irigasi oleh rekan sesama petugas sobak.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengungkapkan, korban bernama Partorejo Pomo (75), warga Dukuh Jatisuma RT 019, Desa Sambungmacan. Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 12.45 WIB saat rekannya melakukan pengecekan aliran air irigasi di persawahan.
Menurut AKBP Dewiana, berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula pada Rabu (29/7/2026) ketika korban bersama petugas sobak lainnya membagi aliran air irigasi. Karena pekerjaan belum selesai, mereka memutuskan menginap di sebuah warung yang berada di area persawahan.
“Pagi harinya setelah subuh, mereka kembali mengecek pembagian air irigasi. Sekitar pukul 13.00 WIB, saksi mendengar suara gemericik air seperti ada benda yang menyumbat saluran. Saat diperiksa, awalnya dikira batang pohon pisang. Setelah diangkat, ternyata kaki korban,” jelas AKBP Dewiana dalam keterangan tertulis.
Saksi kemudian segera memberitahukan petugas sobak lainnya dan warga sekitar, sebelum akhirnya laporan diteruskan kepada pihak kepolisian.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Sambungmacan bersama Tim Inafis Polres Sragen dan tim medis dari Puskesmas Sambungmacan 1 langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan terhadap jenazah korban.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Petugas hanya mendapati luka lecet pada pelipis kanan yang diduga akibat benturan saat korban terjatuh ke saluran irigasi.
“Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda kekerasan. Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi,” terang AKBP Dewiana.
Secara terpisah, Sekretaris PSC 119 Sukowati Sragen, Nengah Adnyana Oka Manuaba, mengatakan tim Puskesmas Sambungmacan 1 bersama PSC 119 Sukowati turut melakukan penanganan di lokasi setelah menerima laporan adanya warga meninggal dunia di saluran irigasi.
“Jenazah sempat dievakuasi ke Instalasi Forensik RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan juga memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujarnya.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Informasi terbaru yang dihimpun, hingga Jumat (31/7/2026), Polres Sragen masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti korban terjatuh ke saluran irigasi. Namun berdasarkan hasil pemeriksaan sementara dan keterangan saksi, kejadian tersebut diduga kuat merupakan kecelakaan saat korban menjalankan tugas mengatur aliran air di area persawahan Sambungmacan. (Joko S)
KALI DIBACA
