
Bhabinkamtibmas Serengan Polresta Surakarta AIPDA Agus Sudiqbyo melakukan Sosialisasi Bahaya Bullying kepada Siswa SD Muhammadiyah 13, Rabu (22/7/26).
SURAKARTA, WARTAGLOBAL.id --
Dalam rangka menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Serengan Polsek Serengan Polresta Surakarta, Aipda Agus Sudiqbyo, memberikan sosialisasi tentang bahaya bullying kepada seluruh siswa dan siswi SD Muhammadiyah 13 Serengan, Kota Surakarta, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya preventif Polri dalam membangun kesadaran sejak dini kepada para pelajar mengenai pentingnya menghormati sesama, menghargai perbedaan, serta mencegah terjadinya tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
Dalam penyampaiannya, Aipda Agus Sudiqbyo menjelaskan berbagai bentuk bullying yang kerap terjadi, mulai dari perundungan secara fisik, verbal, hingga melalui media sosial (cyberbullying). Ia juga mengingatkan bahwa tindakan tersebut dapat menimbulkan dampak serius bagi korban, baik secara psikologis, emosional, maupun terhadap perkembangan karakter anak.
Para siswa juga diajak untuk berani berkata tidak terhadap bullying serta tidak ragu melaporkan apabila mengalami maupun menyaksikan tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
Kapolsek Serengan AKP Sunyono mengatakan bahwa sosialisasi ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam mendukung terciptanya dunia pendidikan yang aman dan ramah anak.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kepada para siswa pentingnya saling menghormati, saling menyayangi, dan tidak melakukan tindakan bullying dalam bentuk apa pun. Apabila mengalami atau melihat perundungan, jangan takut untuk melapor kepada guru maupun orang tua agar dapat segera ditangani," ujar AKP Sunyono.
Ia menambahkan, pencegahan bullying tidak dapat dilakukan hanya oleh sekolah atau kepolisian semata, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh pihak, termasuk orang tua dan masyarakat.
"Peran guru, orang tua, dan lingkungan sekolah sangat penting dalam membentuk karakter anak sehingga terhindar dari perilaku kekerasan maupun perundungan. Sinergi antara sekolah, keluarga, dan kepolisian diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang berakhlak baik, disiplin, serta saling menghargai," tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan. Mereka aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman mengenai pentingnya menjaga hubungan baik dengan teman di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, Polsek Serengan berharap para pelajar semakin memahami dampak negatif bullying serta mampu membangun budaya saling menghormati, peduli, dan berempati terhadap sesama.
Sebagai informasi, pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan saat ini juga menjadi salah satu perhatian pemerintah melalui penguatan program Sekolah Ramah Anak dan kebijakan anti-kekerasan di satuan pendidikan. Polri pun terus berkolaborasi dengan sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi hukum, pembinaan karakter, serta meningkatkan kesadaran pelajar agar tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak. (Joko S)
KALI DIBACA
