
Petugas Polsek Sukoharjo Gelar Blue Light Patrol Perkuat Kamtibmas Jelang Pilkades Serentak 2026, Jumat (7/8/26) dini hari.
SUKOHARJO, WARTAGLOBAL.id --
Polsek Sukoharjo kembali mengintensifkan kegiatan Blue Light Patrol dalam rangka Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) pada Jumat (7/8/2026) dini hari.
Patroli dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, sekaligus mengantisipasi tindak kriminalitas, terutama kejahatan 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), serta berbagai bentuk penyakit masyarakat.
Patroli dipimpin personel Polsek Sukoharjo yang terdiri dari Aiptu Giyanto, Aipda Fendi, dan Aipda Dedi. Mereka menyisir sejumlah lokasi yang dinilai rawan gangguan kamtibmas, mulai dari jalan protokol, kawasan perbankan, SPBU, pusat perbelanjaan, pertokoan, tempat ibadah, hingga kawasan permukiman warga.
Selain melakukan pemantauan situasi, petugas juga melaksanakan patroli dialogis dengan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, warga diberikan edukasi mengenai pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan serta menghidupkan kembali kepedulian terhadap keamanan lingkungan.
Petugas mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan maupun dugaan tindak pidana kepada Bhabinkamtibmas, melalui Call Center Polri 110, atau langsung ke Polsek Sukoharjo.
Kapolres Sukoharjo menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian di lapangan, khususnya pada jam-jam rawan, merupakan bagian dari strategi untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.
"Blue Light Patrol merupakan upaya preventif yang terus kami optimalkan. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan mampu mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini sehingga masyarakat merasa aman dalam menjalankan aktivitasnya," ujar Kapolres.
Selain menjaga keamanan wilayah, Polres Sukoharjo juga mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Sukoharjo Tahun 2026. Aparat kepolisian telah memetakan berbagai potensi kerawanan yang berpeluang muncul selama tahapan pesta demokrasi tingkat desa tersebut.
Kapolres mengungkapkan sejumlah potensi yang menjadi perhatian, di antaranya polarisasi masyarakat, konflik antarpendukung calon kepala desa, praktik politik uang, ketidaknetralan aparatur desa, penyebaran hoaks di media sosial, hingga potensi penolakan terhadap hasil pemungutan suara.
"Selain ancaman politik uang dan penyebaran informasi yang menyesatkan, kami juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya serangan fajar, perang opini di ruang digital, hingga aksi massa setelah penetapan hasil Pilkades. Seluruh potensi tersebut harus diantisipasi sejak dini," jelas Kapolres.
Untuk mengantisipasi berbagai kerawanan tersebut, Polres Sukoharjo telah menyiapkan strategi pengamanan secara menyeluruh. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi deteksi dini melalui fungsi intelijen, pemetaan wilayah rawan, koordinasi lintas instansi, patroli siber, deklarasi Pilkades damai, optimalisasi peran Bhabinkamtibmas dan jajaran Polsek, hingga penyusunan rencana kontinjensi dengan penempatan personel cadangan di desa-desa yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Kapolres menegaskan bahwa suksesnya penyelenggaraan Pilkades bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, penyelenggara, serta para peserta Pilkades.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, S.E., menyampaikan bahwa Pilkades Serentak 2026 akan digelar di 126 desa yang masa jabatan kepala desanya berakhir pada Desember 2026.
"Pemerintah Kabupaten Sukoharjo berkomitmen memberikan dukungan penuh, baik dari sisi regulasi maupun penganggaran, agar seluruh tahapan Pilkades berjalan sesuai prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, transparan, dan akuntabel," kata Eko Sapto Purnomo.
Melalui penguatan patroli rutin dan kesiapan pengamanan Pilkades, diharapkan stabilitas keamanan di Kabupaten Sukoharjo tetap terjaga. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, penyelenggara, serta seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan Pilkades Serentak 2026 yang aman, damai, demokratis, dan menghasilkan pemimpin desa yang berintegritas.
Perkembangan terbaru: Hingga Jumat (7/8/2026), Polres Sukoharjo terus mengintensifkan patroli KRYD dan kegiatan preventif di seluruh wilayah hukum, termasuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa sebagai bagian dari persiapan pengamanan tahapan Pilkades Serentak 2026. (Joko S)
KALI DIBACA
