
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo saat menyalurkan 4 mobil Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kecamatan Bulu, Senin (3/8/26).
SUKOHARJO, WARTAGLOBAL.id --
Polres Sukoharjo kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di Kecamatan Bulu, Senin (3/8/2026).
Sebanyak 32.000 liter air bersih didistribusikan menggunakan empat unit mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan warga di dua desa yang mengalami krisis air akibat musim kemarau.
Kegiatan sosial yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo didampingi para Pejabat Utama Polres Sukoharjo. Penyaluran bantuan turut melibatkan unsur Forkopimcam Bulu, BPBD Kabupaten Sukoharjo, pemerintah desa, serta dihadiri sekitar 200 warga penerima manfaat.
Adapun dua lokasi yang menjadi sasaran distribusi bantuan yakni Dukuh Malangan RT 03 RW 05, Desa Kedungsono, dan Dukuh Sumberagung RT 03 RW 01, Desa Kunden, Kecamatan Bulu. Masing-masing wilayah memperoleh pasokan sebanyak dua mobil tangki atau sekitar 16.000 liter air bersih.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kapolres Sukoharjo kepada perwakilan warga. Kepala Desa Kedungsono menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan respons cepat Polres Sukoharjo dalam membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau.
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung kepada warga.
"Kami berharap bantuan air bersih ini dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan. Polres Sukoharjo akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan instansi terkait untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran," ujar AKBP Anggaito.
Ia juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air bersih secara bijak selama musim kemarau berlangsung serta segera berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun pihak terkait apabila terjadi peningkatan kebutuhan air bersih di wilayahnya.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo, hingga awal Agustus 2026, krisis air bersih telah berdampak pada tiga desa di tiga kecamatan dengan jumlah warga terdampak mencapai 1.179 kepala keluarga (KK). Pemerintah daerah bersama BPBD dan berbagai instansi, termasuk Polres Sukoharjo, terus melakukan pemantauan serta penyaluran bantuan air bersih secara bertahap guna mengurangi dampak kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung selama puncak musim kemarau.
Melalui sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, BPBD, dan masyarakat, diharapkan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak dapat terpenuhi sekaligus memperkuat kepedulian bersama dalam menghadapi bencana kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sukoharjo. (Joko S)
KALI DIBACA
