Kapolres Sragen Pimpin Apel Kesiapsiagakan Karhutla, Siagakan 479 Personel Hadapi Ancaman Kebakaran - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Kapolres Sragen Pimpin Apel Kesiapsiagakan Karhutla, Siagakan 479 Personel Hadapi Ancaman Kebakaran

Friday, 7 August 2026
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari Pimpin Apel Kesiapsiagaan, Siapkan 479 Personel Hadapi Ancaman Karhutla dan Kebakaran Permukiman di Musim Kemarau, Kamis (6/8/26).


SRAGEN, WARTAGLOBAL.id --
Polres Sragen mengerahkan sebanyak 479 personel dalam Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kebakaran Permukiman yang digelar di Lapangan Mapolres Sragen, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah antisipasi menghadapi meningkatnya potensi kebakaran selama musim kemarau di wilayah Kabupaten Sragen.

Apel kesiapsiagaan dipimpin langsung Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari bersama Wakil Bupati Sragen H. Suroto. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sragen, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah instansi terkait seperti BPBD, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Badan Kesbangpol, PT JSN, BKPH Tangen, TNI, hingga unsur pendukung lainnya.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengatakan, apel kesiapsiagaan ini merupakan bentuk komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman yang diperkirakan meningkat seiring memasuki puncak musim kemarau.

"Apel ini menjadi bukti kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi ancaman kebakaran. Sebelum pelaksanaan apel, kami bersama BPBD dan instansi terkait telah melaksanakan rapat koordinasi untuk menyusun mekanisme penanganan terpadu melalui Standar Operasional Prosedur (SOP), sehingga ketika terjadi kebakaran seluruh personel dapat bergerak cepat dan bekerja secara terintegrasi," ujar AKBP Dewiana.

Menurutnya, kesiapan tidak hanya difokuskan pada personel, tetapi juga pada sistem koordinasi antarinstansi agar penanganan di lapangan dapat berlangsung efektif dan tepat sasaran.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat, khususnya para pemilik lahan pertanian maupun perkebunan, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu kebakaran yang lebih luas. Jika pembakaran memang tidak dapat dihindari, masyarakat diminta terlebih dahulu berkoordinasi dengan aparat pemerintah maupun aparat keamanan setempat.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat agar selalu waspada dan berkoordinasi dengan aparat setempat apabila akan melakukan pembakaran lahan. Semua harus direncanakan dan dimitigasi dengan baik sehingga tidak menimbulkan dampak yang merugikan bagi lingkungan maupun masyarakat," tegasnya.

Untuk mendukung kesiapsiagaan, Polres Sragen memperkuat sinergi lintas sektor dengan melibatkan berbagai instansi. BPBD Kabupaten Sragen menyiagakan tiga unit armada pemadam kebakaran serta mobil tangki multifungsi. Yonif 408/Suhbrastha mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran water tank, sementara Kodim 0725/Sragen turut mendukung dengan satu unit armada pemadam.

AKBP Dewiana menilai kolaborasi tersebut menjadi modal utama dalam mempercepat respons apabila terjadi kebakaran di wilayah Kabupaten Sragen.

"Meskipun sarana dan prasarana di Polres masih terbatas, kami mendapat dukungan penuh dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Yonif 408/Suhbrastha, dan Kodim 0725/Sragen. Sinergi inilah yang menjadi kekuatan bersama untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran," imbuhnya.

Selain menyiapkan personel dan peralatan, Polres Sragen juga mengedepankan langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat. Upaya preemtif dan preventif dilakukan dengan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas yang berkolaborasi dengan pemerintah desa serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi mengenai bahaya dan pencegahan kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman.

Wakil Bupati Sragen H. Suroto mengapresiasi kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi musim kemarau. Menurutnya, keberhasilan mencegah kebakaran tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mematuhi aturan yang berlaku.

Melalui kesiapsiagaan yang melibatkan ratusan personel dan dukungan lintas sektor tersebut, diharapkan potensi kebakaran di Kabupaten Sragen dapat dicegah sejak dini sehingga dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalkan.

Perkembangan terbaru: Memasuki puncak musim kemarau 2026, pemerintah bersama aparat keamanan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan, lahan, dan permukiman di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Masyarakat diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin sebelum api meluas. (Joko S)

KALI DIBACA