
Ilustrasi: Seorang Pemuda asal Karanganyar yang mengikuti program magang di Jepang meninggal tenggelam di Sungai, Kamis (13/8/26).
KARANGANYAR, WARTAGLOBAL.id --
Kabar duka menyelimuti keluarga Heru Santoso, pemuda asal Sambung RT 003/RW 002, Gayamdompo, Kabupaten Karanganyar. Pria berusia 24 tahun itu meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah sungai di Jepang, Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 14.30 waktu setempat.
Heru diketahui sedang mengikuti program pemagangan di Jepang dan telah menjalani masa magang selama hampir tiga tahun. Musibah terjadi ketika Heru bersama sejumlah rekannya melakukan kegiatan refreshing di sekitar sungai.
Kabar meninggalnya Heru telah diterima pihak keluarga di Karanganyar. Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disdagperinaker) Karanganyar juga langsung mendatangi rumah duka pada Kamis malam untuk memastikan kondisi keluarga sekaligus memantau perkembangan penanganan melalui lembaga pelatihan kerja (LPK) yang menaungi Heru.
Kepala Disdagperinaker Karanganyar Agung Wahyu Utomo membenarkan adanya kabar duka tersebut. Ia mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan LPK Hiro Karanganyar yang memberangkatkan Heru ke Jepang.
“Memang betul ada warga negara Indonesia, warga Karanganyar, yang kemarin tanggal 13 Agustus 2026 sekitar pukul 14.30 waktu Jepang meninggal dunia karena tenggelam saat bermain di sungai,” ujar Agung, Jumat (14/8/2026).
Berdasarkan informasi yang diterima Disdagperinaker, Heru merupakan peserta program pemagangan Jepang yang diberangkatkan melalui LPK Hiro Karanganyar. Selama berada di Jepang, ia tercatat bekerja di Highness Co. Ltd., perusahaan yang beralamat di Nakano 5-3-24, Nakano-ku, Tokyo.
Heru bekerja pada bidang carpentry work atau pekerjaan pertukangan kayu. Ia tercatat lahir di Karanganyar pada 16 Agustus 2002 dan telah hampir menyelesaikan masa pemagangan tiga tahun di Negeri Sakura.
Meski demikian, hingga Jumat (14/8/2026), Disdagperinaker Karanganyar belum mendapatkan informasi secara rinci mengenai nama maupun lokasi persis sungai tempat Heru mengalami musibah. Informasi mengenai kejadian dan proses penanganan masih diperoleh pemerintah daerah melalui LPK yang menaunginya.
“Lokasinya kami kurang tahu, di salah satu sungai di Jepang. Kami memonitor, berkoordinasi, berkomunikasi dengan lembaga pelatihan kerja yang memang menaungi korban terkait dengan proses pemagangan korban di Jepang,” jelas Agung.
Saat ini, keluarga masih menunggu proses administrasi serta pemeriksaan yang dilakukan pihak berwenang di Jepang. Pemerintah daerah bersama LPK terus memantau perkembangan proses tersebut agar pemulangan jenazah dapat segera dilakukan setelah seluruh prosedur selesai.
Agung menyampaikan pihaknya akan terus berkomunikasi dengan pihak terkait untuk mengetahui perkembangan penanganan jenazah maupun proses pemulangannya ke Indonesia.
Keluarga Heru disebut masih terpukul setelah menerima kabar kematian tersebut. Harapan keluarga, seluruh proses di Jepang dapat segera diselesaikan sehingga jenazah Heru bisa dipulangkan ke Karanganyar dan dimakamkan di kampung halaman.
Kepergian Heru menjadi duka mendalam bagi keluarga. Terlebih, pemuda tersebut tinggal selangkah lagi menyelesaikan masa pemagangannya di Jepang setelah hampir tiga tahun menjalani program kerja dan pelatihan di negeri tersebut. (Joko S)
KALI DIBACA
