
Petugas Polres Sragen melakukan pendampingan terhadap seorang Pramuka Siaga yang terperosok ke Sumur Tua saat Kemah, Kamis (13/8/26).
SRAGEN, WARTAGLOBAL.id --
Seorang anggota Pramuka Siaga asal Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, mengalami kejadian menegangkan saat mengikuti kegiatan kemah dalam rangka memperingati Hari Pramuka.
Brayen Aditya Fernando, 11, siswa kelas V SD, terperosok ke dalam sumur tua sedalam sekitar 3-5 meter di kawasan Bumi Perkemahan Samdonorejo, Desa Tegalrejo, Kecamatan Gondang, Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Beruntung, korban berhasil dievakuasi dalam keadaan sadar dan hanya mengalami luka lecet ringan. Setelah mendapat pertolongan awal, Brayen dibawa ke Puskesmas Gondang untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan sebelum diperbolehkan menjalani rawat jalan.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Gondang Iptu Suparno kemudian mendatangi kediaman korban di Dukuh Pundung Gede RT 026, Desa Bumiaji, Jumat (14/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Suparno memastikan kondisi korban sudah sehat dan dapat berkomunikasi dengan baik.
“Korban ikut kemah untuk memperingati Hari Pramuka. Saat itu korban bersama ibunya duduk-duduk di bibir sumur yang tidak terpakai,” kata Suparno.
Menurut Suparno, sumur tersebut sebenarnya telah ditutup menggunakan cor beton. Namun, kondisi penutup yang sudah lama membuat struktur tersebut diduga tidak lagi kuat menahan beban.
“Sebenarnya sumur itu sudah ditutup semacam cor. Pada waktu itu, korban jatuh ke sumur dan cor penutup sumur ikut ambrol sehingga jatuh ke dalam sumur,” jelasnya.
Kondisi sumur yang sudah lama tidak digunakan ternyata menjadi faktor yang membuat penutupnya mudah runtuh. Beruntung, sumur tersebut dalam keadaan tidak berisi air sehingga korban tidak mengalami kondisi yang lebih serius.
“Untungnya di dalam sumur tidak ada airnya dengan kedalaman 3-5 meter. Mungkin saking lamanya sumur sehingga penutup sumur mudah ambrol,” ujar Suparno.
Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian peserta kemah. Sejumlah anggota Pramuka yang berada di lokasi turut membantu proses penyelamatan korban. Setelah berhasil dikeluarkan dari sumur, Brayen kemudian ditandu untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Suparno menambahkan, hasil pemeriksaan di Puskesmas Gondang menunjukkan korban tidak mengalami cedera serius. Luka yang dialami hanya berupa lecet ringan sehingga tidak memerlukan perawatan inap.
“Setelah dicek, kondisi korban tidak apa-apa dan hanya mengalami lecet-lecet ringan. Korban sempat dibawa ke Puskesmas Gondang untuk pengobatan lebih lanjut dan kemudian menjalani rawat jalan,” terangnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi penyelenggara maupun peserta kegiatan luar ruangan untuk memastikan keamanan lokasi, terutama keberadaan sumur, lubang, bangunan tua, maupun struktur yang berpotensi ambrol. Area yang memiliki potensi bahaya sebaiknya diberi pembatas dan tidak digunakan sebagai tempat berkumpul peserta.
Hingga Jumat (14/8/2026), kondisi Brayen dilaporkan sehat dan berada di rumah bersama keluarganya setelah menjalani pemeriksaan medis. (Joko S)
KALI DIBACA
