
Pemerintah Kecamatan Karangmalang menyalurkan 15 Tangki Air Bersih untuk Warga Sragen Utara yang Dilanda Kekeringan, Rabu (23/9/26).
SRAGEN, WARTAGLOBAL.id --
Musim kemarau panjang kembali berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Sragen, khususnya kawasan utara Bengawan Solo. Kondisi tersebut mendorong jajaran Kecamatan Karangmalang bersama berbagai unsur lintas sektor untuk turun tangan membantu warga yang terdampak kekeringan.
Kepedulian tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami krisis air. Sebanyak 15 tangki air bersih disiapkan untuk didistribusikan ke tiga kecamatan, yakni Jenar, Gesi, dan Tangen.
Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Karangmalang Okta Andriyanto mengatakan, aksi sosial tersebut merupakan inisiatif Camat Karangmalang setelah sebelumnya dilakukan rapat koordinasi bersama unsur Muspika dan berbagai elemen terkait.
“Aksi ini merupakan inisiasi Pak Camat setelah sebelumnya kami menggelar rapat koordinasi bersama Muspika,” ujar Okta, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, rapat koordinasi tersebut melibatkan sejumlah unsur lintas sektor, di antaranya Kantor Urusan Agama (KUA), Puskesmas, Koordinator Pendidikan dan Kebudayaan, paguyuban kepala desa, kasi, kaur, hingga bayan di wilayah Kecamatan Karangmalang.
Dari hasil koordinasi tersebut, disepakati adanya gerakan bersama untuk membantu masyarakat di wilayah utara Bengawan yang saat ini menghadapi keterbatasan pasokan air bersih.
“Utara Bengawan saat ini memang sangat kekeringan. Karena itu, inisiasi dari Muspika ini hadir untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di sana. Sementara ini, kami dari Kecamatan Karangmalang membantu mendistribusikan 15 tangki air bersih,” kata Okta.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama untuk keperluan rumah tangga dan konsumsi selama kondisi kemarau masih berlangsung.
Sementara itu, kondisi ketersediaan air di Kecamatan Karangmalang hingga saat ini masih relatif aman. Okta menyebut belum terdapat persoalan krisis air bersih yang signifikan di wilayah tersebut.
“Untuk wilayah Karangmalang, alhamdulillah masih aman. Air masih cukup dan tidak ada masalah krisis air yang berarti,” ungkapnya.
Meski terjadi penurunan debit air akibat musim kemarau, kebutuhan domestik masyarakat Karangmalang masih dapat terpenuhi. Kondisi tersebut juga belum menimbulkan persoalan antara kebutuhan air untuk rumah tangga dengan penggunaan sumur sibel untuk sektor pertanian.
“Debit air memang sedikit berkurang, tetapi masih sangat cukup untuk kebutuhan sehari-hari warga. Sampai saat ini juga belum ada laporan terkait konflik air antara sumur rumah tangga dengan sibel,” tandas Okta.
Penyaluran bantuan air bersih ini menjadi bentuk solidaritas antarwilayah di Kabupaten Sragen di tengah dampak kemarau. Bantuan difokuskan kepada wilayah yang mengalami kekeringan lebih parah agar kebutuhan air dasar masyarakat tetap dapat terpenuhi.
(Joko S)
KALI DIBACA