Polres dan Disdikbud MoU PKS, Keselamatan Berlalu Lintas Masuk Kurikulum Wajib SMP di Sragen - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Polres dan Disdikbud MoU PKS, Keselamatan Berlalu Lintas Masuk Kurikulum Wajib SMP di Sragen

Friday, 18 September 2026
 
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melakukan MoU dengan Disdikbud, Keselamatan Berlalu Lintas Masuk Kurikulum Wajib SMP di Sragen, Senin (14/9/26).


SRAGEN, WARTAGLOBAL.id --
Upaya membangun budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas sejak usia sekolah mulai diperkuat di Kabupaten Sragen. Polres Sragen bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang pengembangan kurikulum keselamatan berlalu lintas bagi peserta didik tingkat SMP.

Penandatanganan PKS tersebut berlangsung di Hall Sibara Polres Sragen, Senin (14/9/2026) siang. Kegiatan dihadiri Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, S.I.K., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen Purwanti, M.Pd., jajaran Disdikbud, para kepala SMP negeri dan swasta se-Kecamatan Sragen Kota, serta pejabat utama Polres Sragen.

Program tersebut menjadi pilot project untuk mengintegrasikan pendidikan keselamatan berlalu lintas ke dalam kurikulum wajib tingkat SMP di Kabupaten Sragen. Langkah ini diarahkan agar pemahaman mengenai keselamatan di jalan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berkembang menjadi kebiasaan sekaligus bagian dari pembentukan karakter pelajar.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengatakan, keselamatan berlalu lintas tidak dapat hanya mengandalkan penindakan dan penegakan hukum. Menurutnya, pembentukan perilaku tertib perlu dimulai melalui pendidikan sejak usia sekolah.

“Keselamatan berlalu lintas bukan semata-mata persoalan penegakan hukum, tetapi juga merupakan bagian dari pendidikan karakter dan pembentukan budaya disiplin dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar AKBP Dewiana.

Ia menjelaskan, siswa SMP perlu mendapatkan pemahaman yang menyeluruh mengenai lalu lintas. Materi yang disiapkan tidak hanya berkaitan dengan pengenalan rambu dan marka jalan, tetapi juga penggunaan perlengkapan keselamatan, risiko berkendara, serta sikap saling menghormati antarpengguna jalan.

Dengan pendekatan tersebut, pendidikan lalu lintas diharapkan mampu membentuk pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dapat diterapkan pelajar dalam aktivitas sehari-hari.

Pengembangan program dilakukan secara bertahap melalui koordinasi antara Polres Sragen dan Disdikbud. Setelah kerja sama disepakati, tahapan berikutnya mencakup koordinasi dengan pihak sekolah, pembahasan teknis bersama unsur kurikulum, hingga pembentukan tim penyusun materi ajar keselamatan berlalu lintas.

Perkembangan program ini juga terlihat dari semakin intensifnya edukasi keselamatan lalu lintas yang dilakukan Polres Sragen di lingkungan sekolah. Pada kegiatan Hari Kesadaran Nasional di SMAN 1 Sragen, Kamis (17/9/2026), Kapolres kembali menyampaikan pesan mengenai kedisiplinan dan keselamatan berlalu lintas kepada para pelajar.

Dalam kegiatan tersebut, edukasi dikemas secara komunikatif melalui kuis keselamatan dengan hadiah helm bagi siswa yang mampu menjawab pertanyaan. Kapolres menegaskan bahwa pendekatan yang dekat dengan karakter generasi muda diperlukan agar pesan keselamatan dapat diterima secara efektif.

“Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama,” tegas AKBP Dewiana dalam kegiatan tersebut.

Selain memberikan edukasi, momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk membangun kedisiplinan dan memberikan apresiasi kepada pelajar berprestasi. Polres Sragen menilai pendidikan karakter, disiplin, dan keselamatan perlu berjalan beriringan agar kesadaran tertib berlalu lintas dapat tumbuh sejak bangku sekolah.

Melalui kerja sama dengan dunia pendidikan tersebut, Polres Sragen berharap keselamatan berlalu lintas tidak lagi dipandang sekadar sebagai aturan yang harus dipatuhi ketika berada di jalan, melainkan menjadi bagian dari karakter dan kebiasaan pelajar dalam kehidupan sehari-hari. (Joko S)

KALI DIBACA