
Wakapolres Karanganyar Kompol Miftahul Huda Pimpin Rakor Gabungan Karhutla untuk mengantisipasi Karhutla Lawu di Ceto Coffee Desa Gumenang, Rabu (16/9/26).
KARANGANYAR, WARTAGLOBAL.id --
Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu terus mendapat perhatian serius. Titik api yang berada di wilayah Petak 39 RPH Manyul, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dilaporkan berjarak sekitar 4 kilometer dari wilayah Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Kondisi tersebut mendorong Polres Karanganyar bersama BPBD, TNI, Perhutani, pemerintah kecamatan, relawan, dan masyarakat memperkuat langkah pencegahan agar kobaran api tidak merembet ke kawasan hutan di wilayah Karanganyar.
Rapat koordinasi digelar di Ceto Coffee, Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Rabu (16/9/2026). Pertemuan tersebut dipimpin Wakapolres Karanganyar Kompol Miftahul Huda, S.H., M.H., yang mewakili Kapolres Karanganyar, bersama Kabag Ops Kompol Dudi Pramudia, S.H., M.H., Kasat Samapta AKP Sutarno, S.H., M.H., serta unsur terkait lainnya.
Salah satu strategi utama yang disiapkan adalah pembuatan ilaran atau sekat bakar dengan lebar minimal lima meter pada sejumlah titik rawan. Sekat tersebut diharapkan dapat menjadi penghalang sekaligus memutus jalur rambatan api apabila kobaran bergerak mendekati wilayah Jawa Tengah.
“Yang paling utama adalah bagaimana kita melakukan langkah pencegahan sedini mungkin. Jangan sampai api masuk ke wilayah Karanganyar baru kemudian kita bergerak. Karena itu, seluruh unsur kami siapkan dan koordinasikan sejak sekarang,” kata Kompol Miftahul Huda.
Polres Karanganyar menyiapkan sedikitnya 20 personel untuk mendukung operasi pencegahan. Kekuatan tersebut akan diperkuat personel Kodim, BPBD, Perhutani, pemerintah kecamatan, relawan, serta masyarakat yang memahami kondisi medan kawasan Lawu.
Selain personel lapangan, dukungan kesehatan juga disiapkan melalui tim gabungan tenaga kesehatan Polres Karanganyar dan Puskesmas Jenawi. Kesiapan tersebut diperlukan mengingat operasi di kawasan hutan memiliki medan berat serta risiko keselamatan yang harus diperhitungkan.
Sistem komunikasi lintas unsur juga diperkuat melalui pembentukan grup koordinasi untuk mempercepat penyampaian informasi mengenai perkembangan titik api, pergerakan personel maupun kebutuhan di lapangan. Tim juga melibatkan relawan putra daerah yang mengenal karakter medan Gunung Lawu untuk membantu mengarahkan pergerakan petugas.
Pergerakan awal tim dijadwalkan berlangsung Kamis (17/9/2026) pukul 06.00 WIB dengan titik kumpul di Posko Pendakian via Ceto. Pada tahap awal, personel Perhutani, relawan dan masyarakat sekitar menjadi kekuatan utama yang melakukan penyisiran serta pencegahan di area rawan.
Selanjutnya, operasi melibatkan unsur Rengganis, LMDH/Regeng, MPA Pager Lawu, MPA Singo Lawu, Gentar, BPBD, Kodim, Polres Karanganyar, pemerintah Kecamatan Jenawi dan masyarakat sekitar.
Kasi Humas Polres Karanganyar Iptu Mulyadi, S.H., menegaskan bahwa keterlibatan kepolisian bukan sekadar mengerahkan personel, tetapi juga memastikan koordinasi antarinstansi berlangsung cepat dan terarah.
“Polri bersama seluruh unsur terkait akan terus memantau perkembangan situasi. Kami menyiapkan personel dan dukungan yang diperlukan agar potensi api dapat diantisipasi sedini mungkin. Keselamatan personel dan masyarakat tetap menjadi perhatian utama,” ujar Mulyadi.
Sementara itu, perkembangan terbaru pada Jumat (18/9/2026) menunjukkan titik api yang sebelumnya berada di kawasan Lawu wilayah Jawa Timur dilaporkan telah padam pada pagi hari. Meski demikian, jalur pendakian melalui Cetho dan Cemoro Kandang masih ditutup sementara sebagai langkah antisipasi keselamatan.
Sebelumnya, Kepala BPBD Karanganyar Sugiharjo juga menyampaikan bahwa faktor arah dan kecepatan angin menjadi perhatian penting dalam mengantisipasi kemungkinan api bergerak menuju wilayah Karanganyar. Tim gabungan telah menyiapkan pemantauan dan penyekatan di kawasan Cetho untuk menghambat potensi rambatan api.
Dengan kondisi tersebut, aparat bersama seluruh unsur terkait tetap memperkuat kesiapsiagaan di kawasan Lawu. Upaya pencegahan dilakukan dengan mengutamakan pemantauan, komunikasi cepat, penyekatan area rawan serta keselamatan petugas dan masyarakat. (Joko S)
KALI DIBACA