
Wakil Bupati Batang Suyono meninjau Korban di RSUD yang Diduga Keracunan usai Santap MBG, Selasa (23/9/26) malam.
BATANG, WARTAGLOBAL.id --
Wakil Bupati Batang Suyono mendatangi RSUD Batang, Selasa malam (23/9), untuk melihat langsung kondisi sejumlah warga dan siswa yang menjalani perawatan setelah mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam kunjungannya, Suyono melihat kondisi para korban sekaligus menerima informasi mengenai penanganan medis yang sedang dilakukan. Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Batang telah menerima laporan adanya kejadian dugaan keracunan makanan di wilayah Kecamatan Bawang.
Menurut Suyono, saat ini petugas masih melakukan pendataan terhadap warga yang mengalami keluhan serta pemeriksaan medis untuk mengetahui kondisi masing-masing korban.
“Dari laporan sementara, ada siswa yang mulai mengalami keluhan beberapa jam setelah mengonsumsi makanan MBG. Sebagian orang tua juga mengalami keluhan setelah menyantap makanan yang dibawa pulang oleh anak mereka,” ujar Suyono.
Suyono menegaskan, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan dan pengawasan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khususnya dalam proses pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian makanan.
Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan MBG menjalankan SOP secara ketat dan meningkatkan kehati-hatian.
Menurutnya, penyediaan makanan dalam program MBG menyangkut kesehatan masyarakat sehingga aspek keamanan, kebersihan, kualitas bahan makanan, serta proses pengolahan harus menjadi perhatian utama.
“Program MBG merupakan program pemerintah yang harus dilaksanakan dengan baik. Pengawasan juga harus diperkuat agar keamanan dan kualitas makanan benar-benar terjamin,” kata Suyono.
Data Sementara Korban
Berdasarkan data sementara yang disampaikan, sekitar 80 warga dan siswa dilaporkan mendapat penanganan medis akibat dugaan keracunan tersebut. Sebanyak 73 orang disebut berasal dari wilayah Pasusukan, sedangkan 14 orang lainnya dari Desa Bawang.
Selain itu, terdapat enam orang yang dirujuk ke RS Baitu Syifa Limpung untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sejumlah korban lainnya masih menjalani pemeriksaan dan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Pemerintah daerah masih melakukan pendataan dan pemeriksaan medis. Karena proses tersebut masih berlangsung, jumlah korban maupun kondisi pasien masih dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan.
Hingga kini, penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut dari pihak terkait. (Ari)
KALI DIBACA