Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Agista Ryan Mulyanto.KARANGANYAR, WARTAGLOBAL.id --
Satuan Lalu Lintas Polres Karanganyar mencatat kondisi arus kendaraan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 terpantau lebih landai dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan volume ini membuat pengaturan lalu lintas, termasuk di kawasan wisata favorit seperti Tawangmangu dan Ngargoyoso, berjalan lebih terkendali sepanjang Operasi Lilin Candi 2025.
Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Agista Ryan Mulyanto, yang menyampaikan keterangan mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Hadi Kristanto, mengatakan bahwa berkurangnya jumlah kendaraan terlihat dari minimnya kebutuhan rekayasa lalu lintas di lapangan.
“Jika dibandingkan dengan Nataru tahun lalu, arus kendaraan kali ini memang lebih rendah dan masih bisa ditangani dengan optimal,” ujar Agista, Selasa (6/1/26).
Meski demikian, kepadatan tetap sempat terjadi pada waktu-waktu tertentu. Salah satunya pada 1 Januari 2026, saat arus menuju kawasan wisata Tawangmangu meningkat. Namun, lonjakan tersebut tidak berlangsung lama karena petugas segera menerapkan rekayasa lalu lintas terpadu di titik rawan.
“Penanganan paling intens hanya sekitar dua jam. Setelah itu arus kembali normal,” jelasnya.
Agista menyebutkan, salah satu penyebab menurunnya volume kendaraan adalah jarak waktu libur Nataru yang relatif berdekatan dengan Hari Raya Idulfitri. Kondisi ini membuat masyarakat lebih selektif dan matang dalam merencanakan perjalanan.
Walau volume kendaraan secara umum menurun, pergerakan lintas wilayah tetap cukup tinggi. Jalur Tawangmangu masih dimanfaatkan sebagai alternatif oleh pengendara dari arah Magetan menuju Solo. Hal ini juga tercermin dari data lalu lintas tol.
Pada 1 Januari 2026, tercatat sebanyak 6.292 kendaraan masuk dan 5.310 kendaraan keluar melalui Exit Tol Kebakkramat dalam satu hari. “Data tol menunjukkan arus lintas wilayah tetap ramai meskipun total volume menurun,” ungkap Agista.
Dengan kondisi tersebut, pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2025 dinilai berjalan efektif. Selama masa operasi, tidak ditemukan kemacetan total di wilayah Karanganyar. Arus lalu lintas terpantau padat namun tetap mengalir.
“Situasinya ramai tetapi lancar, tidak sampai terjadi stuck,” katanya.
Selain pengaturan teknis, Satlantas Polres Karanganyar juga mengedepankan pendekatan humanis. Upaya preventif dan imbauan kepada pengguna jalan menjadi fokus utama, disertai penguatan manajemen lalu lintas melalui pemasangan rambu petunjuk berukuran besar di jalur-jalur alternatif.
Lebih lanjut, Agista menuturkan bahwa Operasi Lilin Candi 2025 juga dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi dan persiapan menghadapi Operasi Ketupat 2026. Hasil pemantauan ini akan menjadi dasar pemetaan potensi lonjakan kendaraan saat mudik Lebaran mendatang.
“Banyak catatan dan evaluasi yang kami dapatkan sebagai bekal pengamanan Lebaran nanti,” pungkasnya.
(Joko S)
KALI DIBACA
