Waspada! Evolusi Kejahatan Siber Berbasis AI Mengintai, Ini Pesan Kapolres Sragen - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Waspada! Evolusi Kejahatan Siber Berbasis AI Mengintai, Ini Pesan Kapolres Sragen

Saturday, 10 January 2026
Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari minta masyarakat waspada terhadap Evolusi Kejahatan Siber Berbasis AI, Sabtu (10/1/26)

SRAGEN, WARTAGLOBAL.id --
Lanskap ancaman digital kini memasuki babak baru yang lebih mengkhawatirkan. Seiring dengan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), modus operandi para pelaku kejahatan siber kini menjadi jauh lebih canggih, presisi, dan sulit dibedakan dari interaksi manusia normal.

Teknologi AI kini dimanfaatkan oleh aktor kriminal untuk melancarkan serangan yang sangat manipulatif. Beberapa tren berbahaya yang patut diwaspadai antara lain:

- Deepfake: Manipulasi audio dan visual yang mampu meniru wajah serta suara tokoh atau kerabat dekat untuk pemalsuan identitas.

- Phishing AI: Pesan penipuan otomatis yang disusun dengan bahasa yang sangat meyakinkan dan personal, sehingga sulit dideteksi oleh filter keamanan biasa.

- Malware Otonom: Perangkat lunak berbahaya yang mampu belajar dan beradaptasi sendiri untuk mengeksploitasi celah keamanan sistem dalam skala besar.

Menyikapi fenomena ini, Polres Sragen secara resmi meminta masyarakat untuk memperketat pertahanan digital mereka. Kesadaran untuk mengenali tanda-tanda manipulasi, seperti ketidakkonsistenan pada video (deepfake) atau permintaan data sensitif melalui pesan singkat, menjadi kunci utama perlindungan diri. Selain itu, menjaga kerahasiaan data pribadi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk menghindari eksploitasi data massal.

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, menegaskan bahwa teknologi bagaikan dua sisi mata uang. Di satu sisi memudahkan, namun di sisi lain menjadi senjata baru bagi para kriminal.

"Kami mengimbau warga Sragen agar jangan mudah percaya dengan konten digital yang terlihat janggal, meski suara atau wajahnya menyerupai orang yang dikenal. Kejahatan AI bekerja dengan memanfaatkan kelengahan kita. Pastikan selalu melakukan verifikasi secara manual (cross-check) sebelum melakukan transaksi atau memberikan informasi penting. Mari kita bangun benteng pertahanan digital mulai dari diri sendiri dan keluarga," ujar AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, Sabtu (10/1/26). (Joko S)

KALI DIBACA