Heboh!! Dua Ekor Macan Terlihat Turun Gunung Lawu, Warga Diminta Waspada - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Heboh!! Dua Ekor Macan Terlihat Turun Gunung Lawu, Warga Diminta Waspada

Tuesday, 3 March 2026
Dua Ekor Macan Tutul Terlihat turun di Lereng Lawu, Selasa (3/3/26).

KARANGANYAR, WARTAGLOBAL.id --
Dua ekor macan yang diduga induk dan anak kembali terlihat di Dusun Sendang, Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Selasa (3/3/26) pagi.

Kemunculan satwa liar tersebut menambah kekhawatiran warga setelah sebelumnya terjadi dugaan serangan predator terhadap ternak milik penduduk setempat.

Penampakan macan itu terekam kamera warga dan disebut-sebut masih berkaitan dengan rangkaian teror macan tutul di lereng Gunung Lawu dalam beberapa hari terakhir.

Informasi terbaru bahkan menyebutkan satwa tersebut sempat bergerak mendekati area permukiman warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, membenarkan adanya laporan lanjutan terkait kemunculan satwa liar tersebut.

“Informasinya tadi pagi macan terlihat lagi dan sudah mendekati permukiman. Kami langsung berkoordinasi dengan BKSDA,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/26).

Sebelumnya, seekor ayam milik warga Dusun Sendang ditemukan mati dengan luka yang mengarah pada serangan hewan predator. 

Menindaklanjuti kejadian itu, tim gabungan yang terdiri dari unsur kecamatan, TNI-Polri, petugas kehutanan, serta Resort KSDA Wilayah Karanganyar langsung melakukan pengecekan di lokasi.

Dari hasil pemeriksaan lapangan, petugas menemukan dua jenis jejak satwa liar dengan ukuran berbeda. Jejak pertama berukuran sekitar 7 sentimeter x 8 sentimeter, sedangkan jejak kedua berukuran sekitar 3 sentimeter x 2 sentimeter.

Perbedaan ukuran tersebut mengindikasikan kemungkinan adanya dua ekor satwa, satu berukuran lebih besar dan satu lainnya lebih kecil.

Warga menduga satwa tersebut merupakan macan tutul. Meski demikian, identifikasi resmi masih dilakukan oleh petugas berdasarkan cetakan jejak dan analisis lapangan dari tim KSDA.

BPBD Karanganyar juga telah menjalin koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Surakarta. Tim BKSDA dilaporkan sudah menuju lokasi guna melakukan asesmen lanjutan sekaligus memastikan jenis satwa yang muncul di sekitar permukiman.

Hendro mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati lokasi kemunculan satwa liar tersebut. Ia menegaskan, apabila benar terdapat induk dan anak, potensi agresivitas hewan bisa meningkat.

“Warga diminta tetap tenang, tidak mendekat, dan meningkatkan kewaspadaan,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, warga diimbau membuat suara berisik, menyalakan obor atau lampu tambahan saat malam hari, memperkuat kandang ternak, serta menggiatkan ronda malam secara berkelompok.

Hingga saat ini belum ada keputusan mengenai rencana penangkapan satwa tersebut. BPBD Karanganyar masih melakukan pemantauan intensif sembari menunggu hasil asesmen dari tim BKSDA di lapangan.

(Joko S)

KALI DIBACA