Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, (kiri).SURAKARTA, WARTAGLOBAL.id --
Sebanyak kurang lebih 1.000 personel gabungan disiapkan Polresta Surakarta untuk menjaga keamanan dan ketertiban Kota Surakarta selama rangkaian libur panjang Lebaran, Nyepi, dan Paskah 2026. Pengamanan tersebut dikemas dalam Operasi Ketupat Candi 2026 yang akan berlangsung selama 14 hari, mulai 13 hingga 26 Maret 2026.
Kapolresta Surakarta, Catur Cahyono Wibowo, menegaskan bahwa pengerahan personel dalam jumlah besar ini bertujuan memastikan situasi tetap kondusif, sekaligus menjamin kelancaran arus lalu lintas di sejumlah titik vital kota.
“Untuk keterlibatan personel nanti hampir 1.000 yang kita siapkan untuk di Kota Surakarta ini pengamanannya. Untuk pos kita buat ada di Benteng Vastenburg, Tirtonadi, Faroka, hingga JuruG. Untuk pos pantaunya ada di Banyuanyar dan Makuto,” ujar Kombes Pol Catur saat diwawancarai media usai Rakor Linsek, Senin (2/3/26).
Sejumlah pos telah disiapkan untuk mendukung operasi tersebut. Pos Terpadu berada di Terminal Tirtonadi, Pos Pengamanan ditempatkan di kawasan Jurug dan Faroka, sedangkan Pos Pantau berlokasi di Banyuanyar serta Makuto. Keberadaan pos-pos ini difungsikan untuk melayani pemudik maupun wisatawan yang masuk ke Kota Bengawan.
Selain fokus pada pengamanan jalur utama dan pusat keramaian, aparat juga memberi perhatian khusus terhadap rumah kosong yang ditinggal pemiliknya mudik. Kapolresta mengimbau warga agar melapor kepada Ketua RT setempat sebelum meninggalkan rumah.
“Yang akan meninggalkan rumah harus lapor ke Ketua RT, sehingga aparat mengetahui rumah mana yang kosong. Koordinasi ini penting agar patroli preemtif dan preventif petugas memiliki data yang jelas dan tujuan yang pasti, tidak asal patroli saja tanpa tujuan yang jelas,” ucap Kapolresta.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Surakarta. Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, memastikan pihaknya siap bersinergi dengan kepolisian demi menciptakan suasana aman dan nyaman selama periode libur hari raya.
“Kita pastikan keamanan kondusivitas jalan dengan baik. Kantor-kantor kelurahan dan kecamatan juga kita sediakan untuk para pemudik untuk bisa sebagai rest area. Kami juga membuka lapangan-lapangan milik Kota Surakarta untuk digunakan salat Ied secara terbuka,” kata Respati.
Tak hanya itu, Pemkot juga melakukan langkah antisipatif menghadapi potensi cuaca ekstrem dengan merapikan pepohonan yang rawan tumbang di sejumlah ruas jalan. Kolaborasi antara pengamanan ribuan personel dan dukungan fasilitas publik tersebut diharapkan mampu menjaga Kota Surakarta tetap aman, tertib, dan nyaman selama momentum hari raya. (Joko S)
KALI DIBACA