Suasana ngabuburit semakin seru saat ratusan siswa SD Muhammadiyah Program Khusus Banyudono menyimak dongeng penuh makna untuk menanti waktu berbuka puasa, Kamis (26/2/2026)BOYOLALI, WARTAGLOBAL.id --
Semarak Ramadan 1447 Hijriah terasa khidmat di SD Muhammadiyah Program Khusus Banyudono, Kabupaten Boyolali, Kamis (26/2/2026).
Sebanyak 550 siswa mengikuti rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan yang digelar di dua lokasi terpisah, yakni ruang kelas untuk siswa kelas 1, 2, dan 3 serta halaman sekolah bagi siswa kelas 4, 5, dan 6.
Sejak sore hari, ratusan siswa tampak antusias mengikuti kegiatan ngabuburit untuk menanti waktu berbuka puasa. Agenda diisi dengan tadarus Al-Qur’an, hafalan surat pendek, serta dongeng islami yang sarat nilai moral dan keteladanan.
Kepala sekolah SD Muhammadiyah, Pujiono, menjelaskan bahwa Pesantren Ramadan merupakan agenda rutin tahunan yang tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi sarana pembentukan karakter Islami sejak dini.
“Kegiatan Pesantren Ramadan kami isi dengan mendongeng, buka bersama, salat malam, salat tarawih berjamaah, hingga gim edukatif seperti lomba cerdas cermat. Untuk kelas 1 sampai 3 mengikuti kegiatan hingga buka bersama kemudian pulang, sedangkan kelas 4, 5, dan 6 bermalam di sekolah,” ujarnya.
Pada malam hari, siswa kelas atas melaksanakan salat tarawih berjamaah yang dilanjutkan dengan sesi motivasi, tadarus Al-Qur’an, hingga sahur bersama.
Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk melatih kemandirian dan kedisiplinan, sekaligus membiasakan ibadah malam selama bulan suci Ramadan.
Menjelang waktu berbuka, suasana semakin semarak dengan lomba cerdas cermat Pendidikan Agama Islam serta sesi mendongeng yang menghadirkan Komunitas Abata sebagai pengisi acara.
Melalui metode bercerita, sekolah berharap nilai-nilai keislaman lebih mudah dipahami dan tertanam dalam diri siswa.
“Harapan kami, anak-anak tidak hanya memahami teori agama, tetapi juga terbiasa melaksanakan salat malam, tadarus, dan mengisi Ramadan dengan kegiatan positif,” tambah Pujiono.
Sementara itu, Ketua Panitia Ramadan, Habibi Nurochman Sidiq, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dirancang secara sistematis sejak pra-Ramadan.
“Rangkaian dimulai dari Tarhib Ramadan. Selama Ramadan ada Pesantren Ramadan, buka bersama wali murid, buka bersama guru, pembagian zakat, hingga pembagian iftar. Semua kami siapkan untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial,” jelasnya.
Dengan jumlah peserta mencapai 550 siswa, Pesantren Ramadan di SD Muhammadiyah PK Banyudono menjadi salah satu kegiatan keagamaan terbesar di tingkat sekolah dasar di wilayah Banyudono.
Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak generasi Qurani yang berakhlak mulia dan berkarakter kuat sejak usia dini. (JOKO S)
KALI DIBACA
