Petugas DLH Sragen Bersama Warga membersihkan 2 Truk sampah yang menggunung di Rumah seirang Nenek di Kampung Mageru, Kamis (2/4/26).SRAGEN, WARTAGLOBAL.id --
Tumpukan sampah dalam jumlah besar ditemukan menggunung di dalam rumah seorang nenek berinisial SW di Kampung Mageru, Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang Sragen.
Sampah yang terdiri dari plastik dan dedaunan tersebut bahkan harus diangkut menggunakan dua truk dump milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dengan kapasitas masing-masing truk mencapai 3–4 ton.
Proses pembersihan dilakukan secara gotong royong oleh tim gabungan yang terdiri dari relawan, warga, serta berbagai instansi terkait pada Kamis (2/4/2026). Seluruh sampah kemudian dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanggan, Gesi, Sragen.
Kondisi tersebut pertama kali dilaporkan oleh Ketua RT setempat ke Kantor Kelurahan Plumbungan. Menindaklanjuti laporan itu, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Plumbungan bersama perangkat kelurahan langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak, di antaranya BPBD, PMI, Dinas Sosial, DLH, PSC 119 Sukowati, Puskesmas Karangmalang, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat sekitar.
Lurah Plumbungan, Karangmalang, Leila Yunia Kartikawati, mengungkapkan bahwa sampah-sampah tersebut diduga telah dikumpulkan selama bertahun-tahun oleh SW yang kini berusia sekitar 65 tahun.
“Pembersihan sampah dilaksanakan secara gotong-royong. Pengangkutan sampah menggunakan truk milik DLH. Kemudian nenek-nenek SW dibawa ke Puskesmas Karangmalang dan dilanjutkan dirujuk ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk pemeriksaan medis lantaran diduga mengalami gangguan kejiwaan,” jelas Leila, Sabtu (4/4/2026).
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sragen, R. Triyono Putro, menyampaikan bahwa pihaknya bersama relawan memfokuskan kegiatan pada proses evakuasi sampah yang menumpuk di dalam rumah tersebut hingga bersih.
Di sisi lain, Dinas Sosial Kabupaten Sragen turut melakukan asesmen terhadap kondisi kejiwaan SW. Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Sragen, Kusuma Adi Surya Pamungkas, menyebutkan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan adanya gangguan mental yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
“Berdasarkan informasi dari warga, SW mengalami gangguan jiwa sejak lama karena depresi akibat masalah pribadi. SW di rumah sendirian tetapi ada keluarga di dekat rumah itu. Nenek-nenek tersebut mengalami gangguan kejiwaan sejak berusia 25 tahun hingga sekarang berusia lebih dari 60 tahun. Dugaannya sampah-sampah tersebut dikumpulkan lebih dari 10 tahun. Bahkan sampah diangkut sampai dua truk,” jelas Pamungkas.
Ia juga menambahkan bahwa usia SW diperkirakan antara 60 hingga 70 tahun karena tidak memiliki dokumen kependudukan. Selain itu, gangguan kejiwaan yang dialami diduga bermula setelah ia ditinggal oleh suaminya.
Penanganan kasus ini melibatkan berbagai unsur, termasuk Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta stakeholder lainnya, sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi lingkungan dan sosial warga. (Joko S)
KALI DIBACA
