Petugas Medis saat melakukan Evakuasi dan pemeriksaan terhadap Penemuan Mayat di Sragen, Polisi Pastikan Bukan Tindak Kekerasan, Rabu (22/4/26).SRAGEN, WARTAGLOBAL.id --
Rentetan penemuan jasad dalam beberapa hari terakhir sempat menggegerkan warga Kabupaten Sragen. Dalam kurun waktu sejak Jumat, 17 April hingga Selasa, 21 April 2026, tercatat tiga kasus penemuan mayat di lokasi berbeda yang memicu kekhawatiran masyarakat.
Menanggapi situasi tersebut, Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari memastikan bahwa seluruh kejadian tidak berkaitan dengan tindak kriminal.
"Dari ketiga laporan gangguan yang masuk, tim Inafis Polres Sragen bersama tim medis dari masing-masing Puskesmas dan RSUD telah melakukan olah TKP serta visum luar secara teliti. Hasilnya seragam, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul maupun tajam," kata AKBP Dewiana, Rabu (22/4/26).
Peristiwa pertama terjadi pada Jumat, 17 April 2026 di Kecamatan Sidoharjo. Seorang perempuan bernama Elli Fitri Susanti (30), warga Widodaren, Ngawi, ditemukan meninggal dunia di rumah kerabatnya di Desa Sidoharjo. Korban ditemukan dalam kondisi kaku di atas tempat tidur saat seorang saksi hendak mengantarkan makanan.
Di sekitar lokasi, petugas menemukan sejumlah obat-obatan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan dari RSUD dr. Soehadi Prijonegoro, korban diduga meninggal akibat penyakit dalam (B-20) tanpa adanya indikasi kekerasan.
Selang dua hari kemudian, Minggu, 19 April 2026, penemuan mayat kembali terjadi di Kecamatan Mondokan. Sular (51), seorang pria yang tinggal sendiri di Dukuh Kalidoro, Desa Kedawung, ditemukan dalam kondisi membusuk di dalam rumahnya yang terkunci.
Penemuan tersebut berawal dari kecurigaan kakak kandung korban yang mencium bau tidak sedap dari dalam rumah. Setelah diperiksa, korban diketahui memiliki riwayat penyakit komplikasi dan diperkirakan telah meninggal beberapa hari sebelumnya.
Kasus ketiga terjadi pada Selasa, 21 April 2026 di wilayah Sragen Kota. Warsini (49), warga Boyolali, ditemukan meninggal dunia secara mendadak di sebuah warung kelontong di area Pasar Hewan Nglangon.
Korban dilaporkan tiba-tiba terjatuh saat sedang makan. Suaminya yang berada di lokasi sempat berusaha meminta bantuan medis, namun nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Dari hasil pemeriksaan dokter serta keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit jantung, batu empedu, dan asam lambung.
Meski terjadi secara beruntun, kepolisian menegaskan bahwa seluruh kasus tersebut dipicu oleh faktor kesehatan masing-masing korban, bukan karena unsur kekerasan.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar lebih meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, terutama bagi anggota keluarga atau tetangga yang tinggal sendiri dan memiliki riwayat penyakit.
"Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi liar. Pihak keluarga dari ketiga korban juga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menuntut secara hukum," katanya.
Saat ini, seluruh jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sesuai dengan adat dan keyakinan masing-masing.
(Joko S)
KALI DIBACA
