Dua pengendara motor yang Terlempar KA Batara Kresna Tempar Motor di Purwosari, Alami Luka Ringan, Minggu (19/4/26).SURAKARTA, WARTAGLOBAL.id --
Kecelakaan antara Kereta Api (KA) 513 Batara Kresna relasi Wonogiri–Purwosari dengan sepeda motor terjadi di perlintasan Purwosari–Solokota, tepatnya di kawasan Rel Bengkong, Minggu (19/4). Meski sempat tertemper, dua perempuan yang berboncengan dalam insiden itu dilaporkan selamat dan hanya mengalami luka ringan.
Kasubnit II Gakkum Satlantas Polresta Surakarta, Iptu Yuli Nurus Yani, mewakili Kanit Gakkum IPTU Vebby Laveri, menegaskan bahwa kecelakaan tersebut dipicu kelalaian pengendara.
“Ini bukan karena faktor lain, tetapi lebih pada kurangnya konsentrasi saat berkendara. Kami mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan ponsel atau mengobrol berlebihan yang dapat mengganggu fokus,” tegasnya.
Peristiwa ini melibatkan dua warga Brengosan, Purwosari, yakni pengendara berinisial TW (43) dan pembonceng S (49). Saat kejadian, sepeda motor melaju dari arah timur ke barat, bersamaan dengan datangnya kereta api dari arah yang sama.
“Sepeda motor berjalan dari arah timur ke barat, bersamaan dengan datangnya KA dari arah yang sama. Dari hasil keterangan, keduanya diduga kurang fokus karena sedang mengobrol saat berkendara,” terang Yuli saat diwawancarai, Senin (20/4/26).
Akibat benturan tersebut, kedua korban sempat terlempar dari kendaraan. Namun, kondisi mereka tidak mengalami cedera serius dan hanya menderita luka lecet.
"Korban yang mengalami luka ringan dan sudah mendapatkan perawatan di RS Kasih Ibu. Keduanya juga sudah kembali ke rumah,” imbuhnya.
Pihak kepolisian pun telah mendatangi kediaman korban di wilayah Brengosan untuk memastikan kondisi kesehatan serta melakukan pendataan lanjutan terkait insiden tersebut.
Dalam penanganannya, polisi berkoordinasi dengan PT KAI dan keluarga korban. Melalui proses mediasi, kedua pihak sepakat menyelesaikan perkara secara kekeluargaan.
“Setelah kami pertemukan kedua belah pihak, dilakukan mediasi. Hasilnya disepakati penyelesaian secara kekeluargaan karena luka yang dialami tidak parah,” jelas Yuli.
Kesepakatan tersebut mencakup masing-masing pihak menanggung kerugian sendiri, termasuk biaya perbaikan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan.
“Untuk kerugian material ditanggung masing-masing. Kendaraan akan kami serahkan kembali setelah proses administrasi dan kesepakatan selesai,” tambahnya.
Insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu menjaga konsentrasi saat berkendara, terutama saat melintasi perlintasan kereta api yang memiliki risiko tinggi kecelakaan. (Joko S)
KALI DIBACA
