Gempar! Bocah Kelas V SD Tewas Bersimbah Darah Dalam Rumah, Motor Raib Digondol Perampok - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Gempar! Bocah Kelas V SD Tewas Bersimbah Darah Dalam Rumah, Motor Raib Digondol Perampok

Saturday, 6 June 2026
Suasana Duka dirasakan oleh Warga Desa Dawung, mereka berkumpul di sekitar rumah korban, Polisi memasang garis Police untuk mensterilkan area penyelidikan, Jumat (5/6/26).

SRAGEN, WARTAGLOBAL.id --
Suasana duka mendalam menggelayuti Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jumat sore (5/6/2026). Seorang bocah perempuan berinisial B, siswi kelas V SD Negeri Dawung, ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya sendiri.

Korban diduga kuat menjadi korban perampokan sadis. Pasalnya, satu sepeda motor Honda Vario warna biru milik keluarga dilaporkan raib dari lokasi kejadian. Peristiwa tragis ini sontak menggemparkan warga Dukuh Bromoasri RT 023 yang selama ini dikenal tenang dan nyaman.

Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa memilukan itu pertama kali diketahui oleh ibu korban, Dewi, sekitar pukul 16.00 WIB. Sepulang bekerja dari sebuah pabrik rokok, Dewi mendapati rumahnya dalam keadaan sepi. Namun sesaat memasuki ruang tengah, ia langsung histeris setelah melihat putri semata wayangnya terbujur kaku di atas kasur dengan kondisi bersimbah darah.

Spontan Dewi menangis histeris mengudang perhatian warga sekitar. Dalam sekejap, rumah korban dipenuhi warga yang penasaran sekaligus tak percaya dengan kejadian mengerikan tersebut.

Korban ditemukan masih mengenakan seragam Pramuka lengkap sepulang sekolah. Wajah bocah malang itu dipenuhi luka parah yang diduga akibat sabetan senjata tajam. Kondisi tersebut membuat suasana di lokasi berubah mencekam dan dipenuhi isak tangis warga.

Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, yang datang langsung ke tempat kejadian perkara (TKP), segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian dari Polsek Jenar. Petugas langsung memasang garis polisi untuk mensterilkan area penyelidikan karena ratusan warga mulai memadati lokasi.

“Warga sangat terpukul. Kami langsung berkoordinasi dengan kepolisian agar penyelidikan berjalan lancar,” ujar Aris di lokasi kejadian.

Dari hasil pengamatan awal, aparat menduga pelaku berjumlah lebih dari satu orang. Dugaan itu diperkuat dengan ditemukannya sejumlah jejak kaki asing yang terlihat jelas di lantai keramik rumah korban.

Selain itu, hilangnya sepeda motor Honda Vario milik keluarga korban menguatkan dugaan bahwa aksi pembunuhan tersebut berkaitan dengan tindak perampokan.

Hingga Jumat malam, polisi masih melakukan olah TKP dan mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk mengungkap pelaku.

Polisi kemudian melakukan Evakuasi Jenazah korban untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, dan meminta warga tetap tenang dan tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.

Peristiwa tragis ini meninggalkan luka mendalam bagi warga Desa Dawung. Banyak warga berharap pelaku segera tertangkap dan mendapatkan hukuman setimpal atas aksi keji yang merenggut nyawa seorang anak tak berdosa itu. (Joko S)

KALI DIBACA