Kapolres Karanganyar Evaluasi Pengamanan Usai Ambulans Terjebak Kemacetan Konvoi Pesilat - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Kapolres Karanganyar Evaluasi Pengamanan Usai Ambulans Terjebak Kemacetan Konvoi Pesilat

Thursday, 25 June 2026
Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti.

KARANGANYAR, WARTAGLOBAL.id --
Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh menyusul insiden ambulans yang terhambat kemacetan saat kegiatan pengesahan anggota baru salah satu perguruan silat di Karanganyar, Jawa Tengah. Peristiwa tersebut berakhir dengan meninggalnya Hadi Sukat (60), pasien yang mengalami sesak napas dan dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di Puskesmas Karangpandan pada Sabtu (20/6/2026).

Menurut Arman, sebelum kegiatan berlangsung, kepolisian telah menggelar koordinasi bersama tim pengamanan internal perguruan silat guna memastikan kelancaran acara. Pengamanan melibatkan sekitar 750 personel gabungan, sementara jumlah peserta yang mengikuti prosesi pengesahan tercatat sekitar 730 orang.

Ia menjelaskan bahwa rangkaian acara berjalan relatif tertib. Namun, fokus pengamanan yang lebih banyak tertuju pada kegiatan utama membuat pergerakan massa penggembira atau pengombyong, baik dari Karanganyar maupun luar daerah, menjadi aspek yang perlu mendapat perhatian lebih dalam evaluasi ke depan.

"Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Hadi Sukat atas kejadian tersebut. Ke depan, sejumlah evaluasi akan segera dilakukan," ujar Arman, saat dihubungi, Kamis (25/6/2026).

Arman mengungkapkan bahwa petugas sebenarnya telah melakukan berbagai langkah pencegahan dengan menempatkan personel di sejumlah titik strategis. Selain itu, peserta juga telah diimbau untuk langsung kembali ke rumah setelah acara selesai guna menghindari terjadinya iring-iringan kendaraan di jalan raya.

Meski demikian, konvoi yang dilakukan massa penggembira tetap terjadi dalam jumlah besar, termasuk di sepanjang ruas Jalan Solo-Tawangmangu. Kepadatan lalu lintas yang muncul akibat konvoi tersebut berdampak pada terganggunya mobilitas kendaraan, termasuk ambulans yang sedang membawa pasien dalam kondisi darurat.

Usai kejadian, jajaran Polres Karanganyar mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Arman menegaskan bahwa evaluasi bersama pengurus perguruan silat akan menjadi langkah penting agar insiden serupa tidak kembali terulang.

Ia juga mengingatkan seluruh pengguna jalan agar selalu memberikan prioritas kepada ambulans yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan. Menurutnya, kendaraan darurat harus mendapat akses utama karena membawa pasien yang membutuhkan penanganan segera.

Selain itu, Kapolres mengajak seluruh elemen perguruan silat di Karanganyar untuk terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat serta mendukung terciptanya kondisi wilayah yang kondusif.

Sementara itu, Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Karanganyar Pusat Madiun, Sutarmo, menyampaikan rasa duka cita atas meninggalnya Hadi Sukat. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya pengurus telah mengimbau anggota yang tidak memiliki kepentingan dalam kegiatan pengesahan agar tetap berada di rumah dan tidak melakukan konvoi kendaraan.

Meski mengaku tidak mengetahui secara rinci situasi di lapangan saat massa penggembira berdatangan, Sutarmo menyampaikan permohonan maaf atas nama organisasi apabila insiden tersebut berkaitan dengan konvoi yang dilakukan para anggota.

"Kami dari Pengurus Cabang PSHT Karanganyar turut berduka cita dan memohon maaf apabila kejadian itu memang dipicu oleh konvoi yang dilakukan adik-adik kami," kata Sutarmo.

Di sisi lain, putri kedua almarhum Hadi Sukat, Dwi Purnamasari (36), menyatakan bahwa keluarga memilih tidak memberikan tanggapan terhadap pernyataan PSHT Karanganyar. Ia menegaskan bahwa keluarga telah menerima kepergian sang ayah dan menganggapnya sebagai bagian dari takdir.

"Kami sudah mengikhlaskan dan menganggap kepergian ayah kami sebagai takdir," ujar Dwi, Selasa (23/6/2026).

Dwi juga mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah datang ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa. Dalam kesempatan tersebut, keluarga turut menyampaikan harapan agar dilakukan evaluasi menyeluruh sehingga kejadian serupa tidak kembali menimpa masyarakat di masa mendatang. (Joko S)

KALI DIBACA