Ahmad Luthfi Tinjau Kebakaran TPA Putri Cempo, Temukan Bara Api Masih Menyala di Timbunan Sampah - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Ahmad Luthfi Tinjau Kebakaran TPA Putri Cempo, Temukan Bara Api Masih Menyala di Timbunan Sampah

Saturday, 5 September 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau Kebakaran TPA Putri Cempo di Solo, Sabtu (5/9/26).


SURAKARTA, WARTAGLOBAL.id --
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung memantau penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Kota Surakarta, Sabtu (5/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pemadaman berjalan optimal sekaligus memastikan keselamatan masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Luthfi didampingi Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Gubernur meminta seluruh unsur yang terlibat mengutamakan keselamatan warga dan memastikan kebakaran dapat ditangani hingga benar-benar tuntas.

“Tadi sudah kita rapatkan secara singkat dengan Wali Kota dan stakeholder, jangan sampai terulang kembali dan kita utamakan keselamatan warga,” ujar Luthfi saat berada di lokasi.

Menurut Luthfi, penanganan kebakaran TPA Putri Cempo membutuhkan kerja bersama dan tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kota Surakarta, TNI dan Polri terus berkoordinasi untuk mempercepat proses pemadaman.

Berdasarkan perkembangan penanganan hingga Sabtu, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 4,4 hektare. Memasuki hari ketiga penanganan, bara api masih ditemukan di sejumlah bagian dalam timbulan sampah.

Petugas pemadam kebakaran dari Kota Surakarta dan sejumlah daerah di sekitarnya terus melakukan penyemprotan untuk mendinginkan area terdampak. Polri juga mengerahkan dua unit water cannon serta helikopter untuk membantu pelaksanaan water bombing.

Luthfi mengatakan dirinya telah mengirimkan surat kepada Mabes TNI untuk meminta dukungan helikopter tambahan guna mempercepat proses pemadaman dari udara.

“Ini harus tuntas, makin cepat makin bagus,” tegasnya.

Selain penyemprotan dari permukaan, petugas menerapkan metode spray dan injeksi. Teknik tersebut dilakukan untuk menjangkau titik-titik api dan bara yang berada di bagian dalam timbunan sampah, sehingga potensi api kembali muncul dapat ditekan.

Luthfi menilai kebakaran tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah lain, terutama karena sejumlah wilayah masih menghadapi kondisi kemarau panjang yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran di kawasan tempat pembuangan sampah.

Selain fokus memadamkan api, pemerintah juga menyiapkan langkah perlindungan bagi masyarakat yang terdampak asap dan kondisi lingkungan di sekitar TPA.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menerjunkan dokter dari RSUD dr Moewardi Surakarta dan RSJD Arief Zainuddin Surakarta untuk memberikan layanan dokter spesialis keliling atau Speling di sekitar lokasi.

Petugas kesehatan juga disiagakan selama 24 jam guna mengantisipasi apabila warga maupun personel yang terlibat dalam proses pemadaman membutuhkan pemeriksaan atau penanganan medis.

Dukungan berupa makanan dan masker turut didistribusikan untuk masyarakat serta petugas yang bekerja di lapangan.

“Kementerian Lingkungan Hidup juga sudah menurunkan mobil untuk memantau kualitas udara. Kami tidak ingin implikasi kebakaran ini berdampak kepada masyarakat di sekitarnya,” kata Luthfi.

Kebakaran TPA Putri Cempo sendiri diketahui mulai terjadi pada 2 September 2026. Api kemudian menyebar pada timbulan sampah di kawasan TPA dan hingga kini proses pemadaman serta pendinginan masih terus dilakukan.

Personel pemadam kebakaran dari sejumlah kabupaten/kota di wilayah Soloraya, Kota Semarang, TNI dan Polri dikerahkan untuk membantu menangani kebakaran tersebut.

Timbulan Sampah Surakarta Capai 421,48 Ton per Hari

Peristiwa kebakaran ini juga kembali menyoroti persoalan pengelolaan sampah di Kota Surakarta. Berdasarkan data yang disampaikan, timbulan sampah di Kota Surakarta mencapai sekitar 421,48 ton per hari.

Dari jumlah tersebut, sampah yang terkelola tercatat sekitar 49,73 ton per hari atau 11,80 persen, sedangkan sampah yang belum terkelola mencapai 371,75 ton per hari atau 88,20 persen.

Pemkot Surakarta juga mengembangkan pengelolaan sampah melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), dengan memanfaatkan sampah sebagai bahan untuk menghasilkan energi listrik.

Pemerintah berharap penanganan kebakaran TPA Putri Cempo dapat segera dituntaskan sekaligus menjadi momentum memperkuat sistem pengelolaan sampah dan mitigasi kebakaran di tempat pembuangan akhir, terutama menghadapi kondisi cuaca kering yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran. (Joko S)

KALI DIBACA