
Kepala BPBD Kota Surakarta Ari Dwi Daryatmo Gelar Konferensi pers update penanangan kebakaran TPA Putri Cempo, Rabu (9/9/26).
SURAKARTA, WARTAGLOBAL.id --
Penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kota Surakarta, terus menunjukkan perkembangan positif hingga Rabu (9/9/2026). Petugas berhasil mengendalikan api di Blok C dan Blok D1, sementara proses pemadaman masih difokuskan pada Blok B yang terdampak kebakaran sekitar 3,92 hektare.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta, Ari Dwi Daryatmo, mengatakan kondisi Blok B masih terus dipantau secara intensif. Pemantauan dilakukan menggunakan drone yang dilengkapi teknologi termal setiap pagi dan sore untuk mendeteksi titik panas sekaligus menentukan strategi pemadaman.
“Alhamdulillah, tadi malam dapat kami sampaikan untuk Blok C dan Blok D1 itu sudah terkendali. Kemudian untuk Blok B, ini yang sisi sebelah selatan, barat, letter L, sudah juga kita kondisikan,” ujar Ari.
Menurut Ari, operasi pemadaman pada Rabu difokuskan di sisi selatan Blok B yang membentang dari kawasan sekitar jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di bagian barat hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di sisi utara.
Petugas juga melakukan pembukaan jalur sekaligus pemetaan area Blok B. Langkah tersebut dilakukan agar akses menuju titik-titik yang masih berpotensi terbakar menjadi lebih mudah dan proses pemadaman dapat dilakukan secara efektif.
“Ini penanganan di sisi selatan yang berbatasan pada sutet dari sisi barat sampai dengan IPAL yang ke utara. Kemudian kita juga mencoba untuk pembukaan jalur atau mapping area di Blok B,” jelasnya.
Untuk memperkuat operasi di lapangan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan tiga unit ekskavator. Dua unit alat berat telah tiba di lokasi dan segera dimanfaatkan untuk membantu membuka akses serta menyisir bagian Blok B yang masih dalam penanganan.
Berdasarkan perhitungan sementara, area Blok B yang masih menjadi fokus penanganan diperkirakan sekitar 11 persen dari keseluruhan area yang terdampak. Namun, angka tersebut masih dapat berubah karena petugas masih melakukan pemetaan dan pemantauan terhadap kondisi lapangan.
“Setelah kita coba hitung perkiraan itu yang khusus Blok B, kurang lebih sekitar 11 persen ini yang kemarin. Nanti masih proses kemungkinan akan bertambah lagi,” kata Ari.
Pemkot Surakarta juga masih memberlakukan status tanggap darurat untuk penanganan kebakaran TPA Putri Cempo hingga 17 September 2026. Status tersebut menjadi dasar penguatan koordinasi dan dukungan sumber daya dari berbagai organisasi perangkat daerah dalam operasi penanganan bencana.
Dari sisi pembiayaan, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran operasional lintas organisasi perangkat daerah sekitar Rp2,2 miliar melalui Belanja Tidak Terduga (BTT). Anggaran tersebut belum termasuk biaya penyewaan ekskavator yang digunakan dalam proses penanganan kebakaran.
“Perlu kami sampaikan kemarin kita mendapatkan dana BTT karena memang Mas Wali sudah mengeluarkan status tanggap darurat. Kurang lebih sekitar Rp2,2 miliar. Itu di luar biaya sewa ekskavator,” ungkap Ari.
Hingga Rabu, petugas masih melanjutkan pemadaman dan pendinginan di Blok B sembari melakukan pemantauan titik panas secara berkala. Pemerintah Kota Surakarta memastikan perkembangan kondisi TPA Putri Cempo terus dievaluasi untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat pengendalian seluruh titik api dan mencegah munculnya kembali kebakaran di area TPA yang masih terdampak. (Joko S)
KALI DIBACA