Pelajar SMA-SMK di Sragen Diedukasi Agar Bijak Gunakan AI - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Pelajar SMA-SMK di Sragen Diedukasi Agar Bijak Gunakan AI

Saturday, 5 September 2026
Petugas Polres Sragen melakukan Edukasi terhdap Pelajar SMA-SMK Agar Bijak Gunakan AI, Jumat (4/9/26).


SRAGEN, WARTAGLOBAL.id --
Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mendorong Polres Sragen meningkatkan edukasi digital di kalangan pelajar. Para siswa SMA dan SMK di wilayah Kabupaten Sragen diberikan pemahaman agar mampu memanfaatkan teknologi AI secara bijak, aman, etis dan bertanggung jawab.

Program tersebut menjadi salah satu langkah kepolisian dalam merespons perkembangan teknologi digital yang semakin cepat. Di satu sisi, AI menawarkan berbagai kemudahan dan peluang bagi generasi muda, terutama untuk mendukung kegiatan belajar dan menghasilkan inovasi. Namun di sisi lain, teknologi tersebut juga dapat disalahgunakan untuk berbagai kepentingan yang merugikan.

Untuk menjalankan program edukasi tersebut, Polres Sragen membentuk tim trainer yang beranggotakan 34 personel. Sejak 10 Agustus 2026, tim tersebut secara bertahap mendatangi sejumlah sekolah di Kabupaten Sragen untuk memberikan pembekalan kepada para pelajar.

Materi yang diberikan tidak hanya membahas manfaat penggunaan AI, tetapi juga mengupas potensi risiko penyalahgunaan teknologi. Para siswa diajak memahami pentingnya etika digital, kemampuan memilah informasi serta tanggung jawab ketika menggunakan teknologi berbasis kecerdasan buatan.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana S. Indyasari mengatakan pesatnya perkembangan teknologi harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang menjadi pengguna teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin anak-anak muda di Kabupaten Sragen tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi memahami bagaimana teknologi itu digunakan secara benar, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat,” ujar Dewiana dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, AI memiliki potensi besar untuk membantu proses pendidikan sekaligus mendorong kreativitas dan inovasi pelajar. Namun, penggunaan tanpa disertai pemahaman yang memadai dapat menimbulkan persoalan baru, mulai dari penyebaran informasi palsu atau hoaks, manipulasi konten hingga berbagai bentuk kejahatan siber.

Karena itu, para pelajar diminta tidak mudah menerima setiap informasi yang diperoleh melalui ruang digital. Kemampuan melakukan verifikasi dan berpikir kritis dinilai menjadi bekal penting agar teknologi tidak justru menjadi sarana penyebaran informasi yang menyesatkan.

Dewiana juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dan adab ketika memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi.

“Tempatkan adab di atas ilmu, gunakan ilmu untuk membangun peradaban. Dengan AI, para calon pemimpin muda dapat membuat keputusan secara cepat, tepat, dan akurat,” tegasnya.

Ia berharap edukasi tersebut tidak berhenti pada pemahaman mengenai cara menggunakan AI, tetapi juga membentuk karakter pelajar agar mampu memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.

Melalui program yang dilakukan secara bertahap di sekolah-sekolah tersebut, Polres Sragen menargetkan terbentuknya ketahanan digital di tengah masyarakat. Pelajar diharapkan mampu menjadi pengguna teknologi yang kritis, cerdas dan beretika, sekaligus dapat menciptakan berbagai inovasi yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Langkah edukasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda bahwa kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab. Dengan pemanfaatan yang tepat, AI diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kreativitas dan kemampuan generasi muda Sragen menghadapi perkembangan era digital.

(Joko S)

KALI DIBACA