Polsek Karanganyar Ajak Ratusan Siswa SDN 4 Bejen, Edukasi Anti Bullying - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Polsek Karanganyar Ajak Ratusan Siswa SDN 4 Bejen, Edukasi Anti Bullying

Wednesday, 23 September 2026
Personel Polsek Karanganyar Gelar Penyuluhan Anti Bullying di SD Negeri 4 Bejen, Selasa (22/9/26).


KARANGANYAR, WARTAGLOBAL.id --
Polsek Karanganyar menggelar penyuluhan anti-bullying kepada 145 siswa SD Negeri 4 Bejen, Selasa (22/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menanamkan kesadaran kepada anak-anak agar tidak melakukan perundungan maupun membiarkan tindakan tersebut terjadi di lingkungan sekolah.

Para siswa kelas 1 hingga 6 mengikuti kegiatan di Aula Besar SD Negeri 4 Bejen. Dalam penyuluhan itu, mereka diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk bullying, mulai dari ejekan, penghinaan, pengucilan, hingga tindakan kekerasan terhadap teman.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Bejen, Brigadir Firmansyah Adi Wibowo, bersama Kanit Samapta Polsek Karanganyar, Aipda Sigit Prasetyo, menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut. Keduanya mengajak para siswa memahami bahwa tindakan yang dianggap sebagai candaan sekalipun dapat berdampak terhadap perasaan dan kondisi psikologis teman yang menjadi sasaran.

Pesan utama yang disampaikan kepada para siswa adalah tidak menjadi pelaku, tidak ikut menjadi penonton, serta tidak membiarkan tindakan bullying berlangsung. Para siswa juga diarahkan untuk segera melaporkan kejadian yang mereka lihat kepada guru, orang tua, maupun pihak yang dapat memberikan bantuan.

Kapolsek Karanganyar AKP H. Rochmad Hardono, S.H., menegaskan bahwa edukasi sejak dini menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah terjadinya perundungan di lingkungan sekolah.

“Bercanda itu boleh, tetapi jangan sampai membuat teman takut, malu atau terluka. Kalau melihat bullying, jangan ikut-ikutan. Berani menghentikan dan segera sampaikan kepada guru atau orang tua,” ujar Rochmad.

Ia menambahkan, pencegahan bullying tidak seharusnya hanya dilakukan setelah terjadi kasus. Menurutnya, pembekalan kepada anak perlu dilakukan sejak dini agar mereka memahami batas antara bercanda dan tindakan yang dapat menyakiti orang lain.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi anak untuk belajar dan bertumbuh. Karena itu, kami mengajak guru, orang tua dan seluruh siswa bersama-sama membangun budaya saling menghargai,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mengikuti penyuluhan secara tertib dan interaktif. Setelah materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah antara petugas kepolisian, pihak sekolah dan para siswa.

Polsek Karanganyar berharap pesan yang diberikan tidak berhenti setelah kegiatan penyuluhan berakhir. Sikap menghargai teman, berani peduli terhadap korban, serta tidak melakukan atau membiarkan perundungan diharapkan dapat diterapkan para siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Upaya tersebut juga menempatkan sekolah, keluarga dan kepolisian sebagai bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak. Dengan komunikasi dan pengawasan bersama, potensi bullying diharapkan dapat dikenali serta ditangani sedini mungkin. (Joko S)

KALI DIBACA