Viral! Dua Pelajar Adu Celurit di Boyolali, Polisi Amankan Keduanya - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Viral! Dua Pelajar Adu Celurit di Boyolali, Polisi Amankan Keduanya

Sunday, 6 September 2026
Viral! Dua Pelajar Adu Celurit di Jalan Solo-Semarang Boyolali, Sabtu (4/9/26).


BOYOLALI, WARTAGLOBAL.id --
Video yang memperlihatkan dua pelajar pria terlibat perkelahian menggunakan senjata tajam jenis celurit di Jalan Solo-Semarang, wilayah Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, viral di media sosial. Polisi bergerak cepat mengusut rekaman tersebut dan berhasil mengamankan kedua pelajar yang diduga terlibat.

Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra mengatakan, kedua pelajar tersebut telah diamankan bersama barang bukti berupa celurit panjang yang diduga digunakan dalam aksi perkelahian.

“Kami sudah mengamankan kedua pelajar tersebut bersama dengan barang bukti celurit panjang yang dipergunakan pada saat melakukan perkelahian,” ujar AKBP Indra saat ditemui di Alun-alun Kidul, Sabtu (5/9/2026) malam.

Menurut Kapolres, kedua pelajar tersebut masih di bawah umur. Salah satunya tercatat sebagai siswa SMK di wilayah Kaliwungu, sedangkan seorang lainnya merupakan pelajar SMP di Kabupaten Boyolali.

Pengungkapan identitas kedua pelajar dilakukan setelah video aksi mereka beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, dua remaja laki-laki tampak saling berhadapan sambil membawa senjata tajam berukuran panjang.

Keduanya bahkan terlihat mengayunkan senjata ke arah lawannya. Dalam beberapa bagian video, ujung senjata tajam tersebut tampak bergesekan dengan permukaan aspal hingga memunculkan percikan api.

Video tersebut diunggah akun Instagram @blusukanampel pada Jumat (4/9/2026) dan kemudian turut disebarluaskan sejumlah akun informasi lokal. Dalam waktu sekitar 30 menit setelah diunggah, rekaman itu telah memperoleh ribuan tanda suka, puluhan ribu tayangan serta ratusan komentar dari warganet.

Informasi mengenai video tersebut kemudian mendapat perhatian kepolisian. Petugas melakukan penelusuran untuk mengetahui identitas para pelajar sekaligus memastikan lokasi dan kronologi kejadian.

Admin Blusukan Ampel, Nanang, sebelumnya mengatakan video tersebut diperoleh dari salah seorang pengikut akun Instagram. Rekaman awal disebut pernah diunggah oleh akun lain, namun kemudian dihapus.

Nanang menyebut video tersebut kembali dibagikan sebagai bentuk pengingat sekaligus imbauan kepada para remaja agar tidak melakukan aksi serupa. Terlebih, lokasi yang diduga menjadi tempat kejadian berada di jalur Solo-Semarang yang merupakan ruas jalan ramai dan dilalui masyarakat dari berbagai daerah.

Ia juga menyayangkan aksi tersebut dilakukan oleh kalangan pelajar dan diduga membawa nama sekolah. Menurutnya, tindakan semacam itu berpotensi membahayakan pelaku maupun pengguna jalan lainnya.

Menindaklanjuti kasus tersebut, Kapolres Boyolali menegaskan bahwa kepolisian tidak akan membiarkan aksi kekerasan yang melibatkan pelajar berkembang dan mengganggu keamanan masyarakat.

Polres Boyolali selanjutnya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan serta pihak sekolah untuk melakukan langkah pembinaan dan pencegahan. Pertemuan dengan kepala sekolah tingkat SMP, SMA dan SMK di Kabupaten Boyolali juga akan dilakukan untuk membahas langkah konkret meminimalkan aksi tawuran maupun kegiatan negatif yang melibatkan pelajar.

“Utamanya, sekolah bisa memberikan sanksi yang tegas untuk pelajar yang terindikasi melakukan aksi tawuran atau kegiatan negatif yang lain. InsyaAllah, nanti Senin akan kami rilis secara lengkap dan menghadirkan dari dinas pendidikan dan stakeholder terkait,” kata AKBP Indra.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya Polres Boyolali yang selama ini mengedepankan pencegahan gangguan kamtibmas melalui patroli dan pendekatan kepada kelompok masyarakat maupun anak muda. Dalam patroli sebelumnya, kepolisian juga melakukan pembinaan serta penyuluhan kepada para pemuda yang masih berkumpul pada malam hari.

Selain penindakan terhadap pelaku, kepolisian mengingatkan orang tua dan sekolah agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya di luar jam sekolah. Pelajar juga diminta tidak membawa senjata tajam, tidak terlibat tawuran, serta menghindari berbagai bentuk kekerasan.

Aksi membawa celurit di jalan umum dinilai sangat berisiko karena bukan hanya membahayakan kedua pelajar yang terlibat, tetapi juga dapat mengancam keselamatan pengguna jalan dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Polres Boyolali bersama pemangku kepentingan terkait diharapkan segera memberikan pembinaan kepada kedua pelajar tersebut sekaligus melakukan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di wilayah Boyolali.

Perkara ini menjadi perhatian serius karena melibatkan anak di bawah umur. Penanganannya pun akan mempertimbangkan ketentuan hukum dan mekanisme khusus yang berlaku terhadap anak, di samping upaya pembinaan dari keluarga, sekolah, kepolisian dan pemerintah daerah. (Joko S)

KALI DIBACA