
Petugas Satlantas Polresta Surakarta melakukan Evakuasi terhadap Jenazah korban Pengendara Sepeda Ontel Tewas yang dalam Kecelakaan dengan Honda Vario di Jalan Dr Rajiman, Senin (12/10/26).
SURAKARTA, WARTAGLOBAL.id --
Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor Honda Vario dan sepeda ontel terjadi di Jalan Dr Rajiman, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Senin (12/10/2026) sekitar pukul 10.20 WIB. Peristiwa tersebut merenggut nyawa seorang pengendara sepeda ontel berusia 65 tahun yang meninggal dunia di lokasi kejadian akibat cedera pada bagian kepala.
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kanit Gakkum Satlantas Polresta Surakarta AKP Kurniawan Triatmojo membenarkan adanya kecelakaan yang melibatkan dua jenis kendaraan tersebut.
“Benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas antara sepeda motor Honda Vario dengan sepeda angin atau sepeda ontel di Jalan Dr Rajiman, Laweyan. Akibat kejadian tersebut, satu orang pengendara sepeda ontel meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP),” ungkap AKP Kurniawan.
Berdasarkan data awal kepolisian, sepeda motor Honda Vario bernomor polisi AD 2008 ARE dikendarai S (61), warga Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Surakarta. Sementara itu, sepeda ontel dikendarai S (65), warga Kelurahan Panularan, Kecamatan Laweyan, Surakarta.
Kecelakaan bermula ketika kedua kendaraan melaju dari arah barat menuju timur. Saat itu, sepeda motor Honda Vario berada di belakang sebelah kanan, sedangkan sepeda ontel melaju di depan sebelah kiri.
Ketika tiba di lokasi kejadian, pengendara sepeda ontel diduga berbelok ke kanan atau menuju arah selatan. Pada saat bersamaan, sepeda motor Honda Vario melaju dari arah belakang. Karena diduga pengendara sepeda ontel kurang memperhatikan arus lalu lintas di sisi belakang sebelah kanan, benturan antara kedua kendaraan pun tidak dapat dihindari.
“Semula kedua kendaraan berjalan searah dari barat ke timur. Saat sepeda ontel berbelok ke kanan, diduga pengendaranya kurang memperhatikan kendaraan yang melaju dari arah belakang sebelah kanan sehingga terjadi benturan yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas,” jelas Kurniawan.
Benturan tersebut mengakibatkan pengendara sepeda ontel mengalami cedera kepala serius hingga meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Peristiwa ini menjadi perhatian karena kecelakaan yang melibatkan kendaraan bermotor dan pesepeda dapat berakibat fatal, terutama ketika terjadi benturan pada bagian tubuh yang rentan.
Setelah kejadian, petugas Satlantas Polresta Surakarta melakukan penanganan dan mengumpulkan keterangan terkait insiden tersebut. Pengendara Honda Vario juga telah diamankan di Markas Komando Satlantas Polresta Surakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa kecelakaan ini. Pengendara sepeda motor sudah diamankan untuk kepentingan pemeriksaan,” tambah AKP Kurniawan.
Pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk rangkaian pergerakan kedua kendaraan sebelum benturan terjadi. Dugaan bahwa pengendara sepeda ontel kurang memperhatikan kendaraan dari belakang masih menjadi bagian dari kronologi awal dan belum dapat dianggap sebagai kesimpulan akhir penyelidikan.
AKP Kurniawan mengingatkan seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan dan selalu memperhatikan kondisi lalu lintas di sekitarnya. Imbauan tersebut ditujukan kepada pengendara kendaraan bermotor maupun pengguna sepeda angin yang berbagi ruang di jalan raya.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, baik pengendara kendaraan bermotor maupun sepeda angin, agar selalu berhati-hati dan memperhatikan kondisi lalu lintas di sekitarnya. Sebelum berbelok atau berpindah arah, pastikan situasi benar-benar aman dan tidak membahayakan pengguna jalan lainnya,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa keselamatan di jalan raya membutuhkan kedisiplinan dan kepedulian semua pihak. Pengguna jalan perlu memastikan kondisi di sekitar aman sebelum mengubah arah, menggunakan kecepatan yang sesuai, serta menjaga jarak untuk mengantisipasi pergerakan kendaraan lain.
Kepolisian berharap masyarakat semakin memahami pentingnya tertib berlalu lintas agar risiko kecelakaan dapat ditekan. Kewaspadaan, komunikasi melalui isyarat saat berbelok, dan sikap saling menghormati antar pengguna jalan menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa. (Joko S)
KALI DIBACA
