Wakil Ketua DPRD Pekalongan Ruben R.Prabu Faza, saat membantu Logistik Dapur Umum di Sragi, Minggu (18/1/26).PEKALONGAN, WARTAGLOBAL.id --
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Ruben R. Prabu Faza, menyerahkan bantuan logistik ke dapur umum di Kelurahan Sragi, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Minggu (18/1/2026). Bantuan tersebut disalurkan pascabanjir yang melanda wilayah tersebut sejak Sabtu (17/1/2026) dini hari akibat tingginya curah hujan.
Ruben mengatakan, bantuan diberikan secara pribadi sekaligus atas nama keluarga besarnya. Ia menyebutkan, Kelurahan Sragi merupakan daerah pemilihan (dapil) yang menjadi tanggung jawabnya, sehingga pihaknya berupaya hadir langsung membantu masyarakat terdampak banjir.
“Untuk kegiatan hari ini, kami secara pribadi dan juga atas nama keluarga besar membantu dapur umum di wilayah Sragi. Kebetulan ini dapil kami, jadi insya Allah memang kami prioritaskan,” ujar Ruben.
Ia menegaskan, penanganan bencana tidak hanya dilakukan di satu wilayah. Menurutnya, setiap anggota DPRD akan bergerak sesuai daerah pemilihan masing-masing untuk membantu masyarakat terdampak.
Bantuan yang disalurkan disesuaikan dengan kebutuhan dapur umum setelah pihaknya berkoordinasi dengan Camat Sragi dan pengelola dapur umum. Bantuan tersebut berupa beras, mi instan, telur, serta air mineral untuk kebutuhan konsumsi warga.
“Kebutuhan yang disampaikan itu untuk makan, jadi ada beras, mi instan, telur, dan juga air mineral,” jelasnya.
Terkait kondisi terkini, Ruben menyampaikan bahwa banjir di Kelurahan Sragi tidak tergolong parah dan saat ini air mulai surut. Namun demikian, jumlah warga terdampak cukup besar.
“Data sementara sekitar 2.100 warga terdampak, tapi sekarang sudah mulai surut. Mudah-mudahan kondisinya aman,” katanya.
Ruben juga menekankan pentingnya langkah jangka panjang untuk mencegah banjir kembali terjadi, terutama melalui penataan dan perbaikan sistem drainase.
“Ke depannya pasti kita akan koordinasi, terutama terkait penataan drainase, supaya lebih siap menghadapi banjir dan tidak terulang lagi,” ujarnya.
Selain itu, ia menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tidak saling menyalahkan atas musibah banjir yang terjadi. Menurutnya, tingginya curah hujan saat ini merupakan fenomena nasional sehingga dibutuhkan kewaspadaan dan kesadaran bersama.
“Kami ikut bela sungkawa atas musibah ini. Mari kita sama-sama tidak saling menyalahkan, tapi berkoordinasi. Curah hujan masih tinggi, jadi masyarakat juga perlu sadar bencana dan menata lingkungan supaya banjir tidak menjadi agenda tahunan,” ucap Ruben.
Terkait sektor pendidikan, Ruben mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kendala sekolah akibat banjir. Namun, ia memastikan akan ada solusi apabila proses belajar mengajar terganggu.
“Kalau pendidikan, sementara belum ada laporan. Tapi kalau nanti ada sekolah terdampak, alternatifnya bisa menggunakan balai desa atau sekolah lain yang tidak terdampak,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Sragi Slamet Riyanto mengatakan banjir paling parah terjadi di Kelurahan Sragi dengan ketinggian air sebelumnya mencapai setinggi orang dewasa. Jumlah warga terdampak di kelurahan tersebut tercatat sekitar 2.098 jiwa.
“Air sekarang sudah mulai surut dan bantuan terus mengalir ke posko, terutama dapur umum,” kata Slamet.
Ia menjelaskan, bantuan yang masuk berasal dari berbagai pihak, di antaranya IGTKI, PKK Kecamatan, Fraksi PKB, Fraksi PAN, serta bantuan terakhir dari Ruben R. Prabu Faza selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan dari Fraksi Partai Golkar.
Selain Kelurahan Sragi, banjir juga melanda Desa Tegallontar, khususnya Dukuh SiKentung dengan ketinggian air sekitar 40–50 sentimeter dan jumlah warga terdampak sekitar 854 jiwa. Banjir juga terjadi di Desa Kelunjukan di Dukuh Lobang dan sebagian Dukuh Sawi, serta di Desa Bulak Pelem, Dukuh Kemloko Legi. Secara keseluruhan, terdapat tiga desa dan satu kelurahan terdampak banjir di Kecamatan Sragi.
Terkait distribusi bantuan, Slamet menjelaskan bahwa dapur umum terpusat memasak untuk warga yang tidak dapat memasak sendiri. Sementara warga di tingkat RT yang mampu memasak mandiri mendapatkan dukungan logistik.
“Kalau tidak bisa masak sendiri, kita masakkan dari dapur umum dan dibagikan dalam bentuk nasi bungkus,” ujarnya.
Slamet juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan melakukan antisipasi sejak dini, terutama dengan membersihkan saluran drainase yang tersumbat melalui kerja bakti lingkungan.
“Karena saya lihat, terutama di Kelurahan Sragi, drainasenya memang kurang, ada yang tersumbat. Jadi saya mohon warga bisa kerja bakti membersihkan lingkungan, terutama di sekitar tempat tinggal masing-masing.” Pungkasnya. (Ari)
KALI DIBACA
