Ratusan Pelajar SMA Negeri Kebakkramat Dibekali Literasi AI, Polres Karanganyar Tekankan Etika dan Keamanan Data - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Ratusan Pelajar SMA Negeri Kebakkramat Dibekali Literasi AI, Polres Karanganyar Tekankan Etika dan Keamanan Data

Friday, 11 September 2026
Personel Polres Karanganyar Bekali Ratusan Pelajar SMA Negeri Kebakkramat Literasi AI, Rabu (9/9/26).


KARANGANYAR, WARTAGLOBAL.id -- Sebanyak 310 pelajar SMA Negeri Kebakkramat mengikuti pelatihan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang digelar Polres Karanganyar bersama Senopati Academy, Rabu (9/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan teknologi AI sekaligus membangun kesadaran pelajar agar mampu memanfaatkannya secara produktif, aman dan bertanggung jawab.

Ratusan siswa yang berasal dari 10 kelas itu tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan, tetapi juga diajak mempraktikkan langsung berbagai pemanfaatan AI yang dapat mendukung aktivitas belajar maupun pengembangan kreativitas.

Pelatihan berlangsung secara interaktif. Para peserta mengikuti pemaparan materi, diskusi hingga praktik penggunaan AI dengan antusias.

Materi yang diberikan mencakup pengenalan AI, perkembangan teknologi kecerdasan buatan, konsep dasar dan cara kerja AI, serta pemanfaatannya sebagai perangkat pendukung proses pembelajaran.

Para siswa juga diperkenalkan dengan teknik menyusun prompt yang efektif. Kemampuan tersebut dinilai penting agar pelajar dapat memberikan instruksi secara jelas kepada sistem AI sehingga informasi atau hasil yang diperoleh lebih sesuai dengan kebutuhan.

Selain untuk mendukung kegiatan belajar, peserta diajak mengeksplorasi AI sebagai sarana mencari dan mengolah informasi, mengembangkan gagasan serta menghasilkan berbagai karya dan konten kreatif.

Namun, penggunaan teknologi tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis. Dalam pelatihan tersebut, aspek etika, keamanan data dan potensi penyalahgunaan AI turut menjadi perhatian.

Pelajar diberikan pemahaman bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan tanggung jawab penggunanya. Informasi yang dihasilkan AI juga perlu diperiksa dan tidak boleh diterima begitu saja tanpa sikap kritis.

Kabag SDM Polres Karanganyar Kompol Hastin Marhadjanti, S.Psi., menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital harus diiringi kemampuan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menggunakannya secara bijaksana.

“AI sekarang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, yang penting bukan hanya bisa menggunakan, tetapi juga memahami batasan, etika dan tanggung jawab dalam memanfaatkannya,” ujar Kompol Hastin saat dikonfirmasi, Jumat (11/9/2026).

Menurut Hastin, kecerdasan buatan dapat memberikan manfaat besar bagi pelajar apabila digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan belajar, menggali ide dan mengembangkan kreativitas.

“Kami berharap anak-anak bisa menjadikan AI sebagai teman untuk belajar dan berkarya, bukan sekadar mengikuti tren. Tetap kritis terhadap informasi yang diperoleh dan jangan sampai teknologi digunakan untuk hal-hal yang merugikan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Kasubbagkerma Bag Ops Polres Karanganyar AKP Anggoro Wahyu Setia Budhi, S.H., bersama 30 trainer Artificial Intelligence serta personel Humas Polres Karanganyar.

Sebanyak 310 peserta dari 10 kelas yang mengikuti kegiatan juga mendapatkan sertifikat dari Senopati Academy sebagai bukti telah mengikuti pelatihan.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebatas pengenalan teknologi, tetapi mampu menjadi bekal bagi para pelajar dalam menghadapi perkembangan digital yang semakin cepat.

Polres Karanganyar menilai kemampuan memanfaatkan AI secara tepat perlu dibarengi dengan literasi digital, kemampuan memilah informasi, perlindungan data pribadi serta kesadaran terhadap dampak dari setiap penggunaan teknologi.

Dengan demikian, AI diharapkan dapat ditempatkan sebagai alat bantu yang mendorong proses belajar dan kreativitas, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir kritis maupun tanggung jawab penggunanya.

Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, generasi muda tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka juga diharapkan mampu memanfaatkannya untuk belajar, berkreasi dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan. (Joko S)

KALI DIBACA