
Petugas Satlantas Polresta Surakarta melakukan Pelatihan 12 Gerakan Pengaturan Lalu Lintas untuk meningkatkan kemampuan Supeltas, Kamis (5/11/26).
SURAKARTA, WARTAGLOBAL.id --
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Surakarta membekali Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) dengan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan 12 gerakan pengaturan lalu lintas, Kamis (5/11/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan para relawan agar mampu membantu mengatur arus kendaraan secara tertib, aman, dan sesuai ketentuan.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026. Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan pembekalan teori mengenai gerakan dasar PBB, dilanjutkan dengan praktik langsung 12 gerakan pengaturan lalu lintas yang biasa digunakan petugas di lapangan.
Kasat Lantas Polresta Surakarta AKP Tejo Suwono mengatakan, pelatihan tersebut penting untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan Supeltas ketika membantu mengatur kendaraan di sejumlah persimpangan maupun titik yang membutuhkan pengawasan lalu lintas.
Menurutnya, para relawan harus memahami setiap isyarat gerakan agar tidak menimbulkan kebingungan bagi pengendara maupun berpotensi menyebabkan kecelakaan.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Supeltas, khususnya dalam memahami 12 gerakan pengaturan lalu lintas. Sehingga saat membantu mengatur kendaraan di jalan, mereka dapat melakukannya dengan benar, tertib, dan tetap mengutamakan keselamatan,” ujar AKP Tejo, Jumat (6/11/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan Supeltas selama ini turut membantu tugas kepolisian dalam menjaga kelancaran arus kendaraan, terutama di kawasan yang memiliki tingkat aktivitas lalu lintas cukup tinggi.
Namun, peran tersebut harus didukung kemampuan teknis yang memadai. Kesalahan dalam memberikan isyarat atau mengambil posisi saat bertugas dapat berpengaruh terhadap kelancaran arus kendaraan dan keselamatan pengguna jalan.
Karena itu, AKP Tejo mengingatkan seluruh peserta agar selalu mengedepankan sikap humanis, disiplin, serta bertanggung jawab ketika menjalankan tugas di jalan raya.
Para Supeltas juga diminta memperhatikan keselamatan diri sendiri, pengendara, maupun pengguna jalan lainnya. Dalam menjalankan tugas, mereka diharapkan mengikuti arahan petugas kepolisian dan tidak melakukan tindakan yang justru dapat mengganggu ketertiban lalu lintas.
Melalui pembekalan tersebut, Satlantas Polresta Surakarta berharap Supeltas semakin profesional dan mampu menjadi mitra kepolisian dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang lancar, tertib, dan berkeselamatan.
Selain meningkatkan keterampilan relawan, kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di Kota Surakarta.
Ke depan, sinergi antara petugas kepolisian dan Supeltas diharapkan terus diperkuat melalui pembinaan serta pelatihan secara berkala, sehingga pelayanan pengaturan lalu lintas kepada masyarakat dapat berjalan semakin optimal. (Joko S)
KALI DIBACA

